Dewi Aminah – Tepung mocaf atau modified cassava flour semakin di kenal sebagai salah satu bahan pangan alternatif yang lebih sehat di bandingkan tepung terigu. Produk berbahan dasar singkong yang telah melalui proses fermentasi ini memiliki keunggulan karena bebas gluten dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. Di balik meningkatnya popularitas tepung mocaf, terdapat kisah inspiratif seorang pelaku UMKM asal Solo, Jawa Tengah, yang berhasil mengubah cobaan hidup menjadi peluang usaha sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Perempuan tersebut adalah Dewi Aminah, pendiri Iswara Food. Berawal dari kebutuhan menjaga kesehatan keluarganya, ia berhasil membangun usaha pangan sehat yang kini berkembang hingga menjangkau pasar luar daerah bahkan mancanegara.
Dari Pengusaha Batik Menuju Dunia Kuliner Sehat
Sebelum di kenal sebagai pelaku usaha makanan sehat, Dewi Aminah lebih dahulu sukses menjalankan bisnis konveksi batik sejak era 1990-an. Usaha yang di kelolanya berkembang pesat dengan puluhan mesin jahit dan banyak tenaga kerja yang membantu memenuhi permintaan pasar.
Pada masa krisis ekonomi 1998, bisnis batiknya justru mengalami peningkatan. Produk dengan merek Griya Izati dan Sabrina menjadi salah satu yang di minati di Pasar Klewer, Solo. Namun keberhasilan tersebut tidak berlangsung selamanya.
Musibah kebakaran besar yang melanda Pasar Klewer pada tahun 2014 mengubah kehidupannya. Seluruh aset usaha beserta dokumen penting ikut musnah dalam peristiwa tersebut. Kerugian yang mencapai miliaran rupiah membuat bisnis yang telah di bangun selama bertahun-tahun runtuh dalam waktu singkat.
Meski menghadapi kenyataan pahit, Dewi memilih untuk tidak menyerah dan mulai mencari jalan baru demi mempertahankan kehidupan keluarganya.
Kepedulian pada Kesehatan Keluarga Melahirkan Inovasi
Cobaan yang di alami Dewi tidak hanya datang dari sisi ekonomi. Anak ketiganya didiagnosis mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) sehingga memerlukan penanganan dan terapi jangka panjang. Dalam waktu yang hampir bersamaan, sang suami juga mengalami stroke ringan.
Berbagai konsultasi medis membawanya pada anjuran untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat. Salah satu rekomendasi penting adalah menghindari konsumsi makanan yang mengandung gluten, bahan pengawet, pewarna buatan, serta penyedap rasa sintetis.
Sejak saat itu, Dewi mulai memanfaatkan tepung mocaf sebagai pengganti tepung terigu dalam berbagai olahan makanan. Ia juga meracik bumbu alami dari berbagai rempah seperti basil, oregano, thyme, dan garam sebagai alternatif penyedap rasa.
Pola makan sehat tersebut di terapkan secara konsisten kepada keluarganya. Menurut Dewi, perubahan pola konsumsi tersebut memberikan dampak positif terhadap perkembangan kesehatan anaknya hingga akhirnya mampu menyelesaikan pendidikan tinggi setelah sebelumnya berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an.
Tepung Mocaf Memiliki Beragam Manfaat bagi Kesehatan
Pemanfaatan tepung mocaf juga mendapat dukungan dari kalangan akademisi dan ahli gizi. Produk hasil fermentasi singkong ini memiliki karakteristik yang menyerupai tepung terigu, namun tidak mengandung gluten sehingga cocok di gunakan oleh kelompok masyarakat dengan kebutuhan diet tertentu.
Selain memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, tepung mocaf di nilai berpotensi menjadi pilihan bagi penderita diabetes maupun individu yang harus menghindari gluten dalam menu sehari-hari.
Di sisi lain, singkong sebagai bahan baku utama sebenarnya merupakan komoditas lokal yang melimpah di Indonesia. Pengembangan produk turunannya di nilai mampu meningkatkan nilai ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.

Dewi Aminah, pemilik Iswara Food, dengan segelas wedang rempah racikannya.
Memulai Usaha dari Sistem Pre-Order
Berbekal pengalaman pribadi dan modal yang terbatas, Dewi mulai merintis usaha kuliner sehat melalui sistem pre-order menggunakan WhatsApp. Cara tersebut di pilih agar proses produksi dapat di sesuaikan dengan jumlah pesanan sehingga tidak membutuhkan modal besar.
Berbagai produk berbahan dasar tepung mocaf kemudian dikembangkan, mulai dari tepung bakwan, tepung pisang goreng, tepung kremes, hingga bumbu krispi alami. Selain itu, Iswara Food juga menghadirkan minuman herbal berupa wedang rempah dalam beberapa varian yang di perkaya bahan alami, termasuk rumput laut sebagai sumber serat.
Konsistensi menjaga kualitas produk membuat Iswara Food memperoleh sejumlah penghargaan tingkat nasional. Penjualan produk rempah dan tepung sehat pun terus meningkat dengan pemasaran yang telah menjangkau berbagai kota di Indonesia serta mulai memasuki pasar Malaysia.
Dukungan Rumah BUMN Membantu Bisnis Berkembang
Perjalanan usaha Dewi semakin berkembang setelah bergabung dengan Rumah BUMN Solo pada tahun 2021. Melalui berbagai pelatihan yang diberikan, ia mempelajari cara mengelola pembukuan, meningkatkan kualitas kemasan, hingga mengasah kemampuan berbicara di depan umum.
Ilmu tersebut membantunya menjalankan bisnis secara lebih profesional. Pengelolaan keuangan usaha dipisahkan dari kebutuhan pribadi sehingga bisnis menjadi lebih tertata dan siap berkembang.
Tidak berhenti pada kesuksesan pribadi, Dewi juga aktif membimbing pelaku UMKM lainnya. Ia rutin memberikan pelatihan kuliner kepada masyarakat, termasuk perempuan rentan seperti ibu tunggal, istri narapidana, hingga penyintas sosial melalui program subsidi silang.
Selain berbagi keterampilan, Dewi turut membantu proses pengurusan izin PIRT dan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro agar mereka dapat mengembangkan usaha secara legal tanpa terbebani biaya yang besar.
Menjadikan Kemandirian sebagai Misi Utama
Bagi Dewi Aminah, Iswara Food bukan sekadar usaha untuk memperoleh keuntungan finansial. Bisnis tersebut menjadi wadah untuk mengajak masyarakat memanfaatkan pangan lokal yang lebih sehat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Ia meyakini bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk mandiri melalui usaha rumahan yang di kelola dengan baik. Semangat tersebut terus di wujudkan melalui berbagai program pemberdayaan yang kini di fokuskan kepada keluarga marbot masjid dan kelompok masyarakat yang membutuhkan tambahan penghasilan.
Perjalanan Dewi membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Berbekal ketekunan, inovasi, serta kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan sekitar. Ia berhasil mengubah tepung mocaf menjadi produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus menghadirkan inspirasi bagi banyak pelaku UMKM di Indonesia.