Liga Italia 2026-2027 – semakin memiliki hubungan menarik dengan sepak bola Indonesia. Keterkaitan tersebut tidak hanya muncul melalui pemain Timnas Indonesia. Sejumlah figur yang pernah berkarier di Indonesia serta pengusaha Tanah Air juga ikut memberi warna pada kompetisi sepak bola Italia.

Salah satu nama terbaru adalah Federico Barba. Mantan bek Persib Bandung tersebut resmi melanjutkan karier bersama Palermo. Ia akan bermain di Serie B setelah pada musim sebelumnya merasakan atmosfer kompetisi sepak bola Indonesia.

Kepindahan Barba semakin memperpanjang daftar figur sepak bola yang menghubungkan Indonesia dengan Italia. Meskipun tidak memiliki darah Indonesia, pengalaman sang bek di kompetisi Tanah Air membuat namanya cukup familiar bagi pencinta sepak bola nasional.

Namun, keterkaitan Indonesia dengan sepak bola Italia sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa musim terakhir. Kehadiran Jay Idzes dan Emil Audero Mulyadi menjadi contoh paling jelas karena keduanya merupakan bagian dari Timnas Indonesia.

Jay Idzes Menjadi Wajah Indonesia di Serie A

Jay Idzes menjadi salah satu pemain Indonesia yang berhasil membangun karier di kompetisi Italia. Bek tengah tersebut pernah memperkuat Venezia pada Serie A musim 2024-2025.

Perjalanan kariernya kemudian berlanjut bersama Sassuolo pada musim 2025-2026. Dengan demikian, musim 2026-2027 berpeluang menjadi musim ketiganya merasakan persaingan di kasta tertinggi sepak bola Italia.

Keberadaan Jay tentu memiliki arti penting bagi sepak bola Indonesia. Ia mendapat kesempatan menghadapi pemain-pemain berkualitas di salah satu kompetisi paling kompetitif di Eropa.

Untuk musim baru, Jay tampaknya masih menjadi bagian penting dari rencana Sassuolo. Sejumlah kabar mengenai ketertarikan klub lain sempat muncul. Namun, belum ada tawaran yang benar-benar membuatnya meninggalkan klub tersebut.

Pelatih Alberto Aquilani juga menghadapi tantangan dalam menyiapkan lini pertahanan. Terlebih, Tarik Muharemovic telah meninggalkan tim untuk melanjutkan karier bersama Leeds United.

Sementara itu, Jay belum dapat mengikuti persiapan secara maksimal karena mengalami masalah pada bagian tumit. Kondisi tersebut membuatnya membutuhkan waktu sebelum kembali menjalani aktivitas bersama tim.

Meski demikian, perannya di lini belakang tetap penting. Pengalaman bermain di Serie A serta kemampuannya menjaga pertahanan membuat Jay memiliki peluang besar untuk kembali mendapat menit bermain secara reguler.

Masa Depan Emil Audero Masih Menjadi Pertanyaan

Selain Jay Idzes, Emil Audero Mulyadi juga menjadi nama yang memperkuat hubungan Indonesia dengan Liga Italia. Kiper Timnas Indonesia tersebut memiliki pengalaman panjang di sepak bola Italia.

Pada musim sebelumnya, Emil mendapat kesempatan bermain bersama Cremonese. Penampilannya membuatnya tetap menjadi salah satu penjaga gawang yang menarik perhatian.

Namun, Cremonese tidak mempermanenkan Emil setelah masa peminjamannya berakhir. Situasi tersebut membuat masa depan kiper yang pernah menimba ilmu bersama Juventus itu kembali menjadi tanda tanya.

Emil kemudian kembali ke Como. Meski begitu, ia harus menghadapi persaingan dengan beberapa penjaga gawang lain untuk mendapatkan tempat utama.

Situasi seperti ini sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru bagi Emil. Sepanjang perjalanan kariernya, ia beberapa kali menjalani masa peminjaman untuk mendapatkan kesempatan bermain.

Karena itu, peluang untuk kembali pindah masih terbuka. Keputusan mengenai masa depannya akan sangat menentukan apakah publik Indonesia masih bisa melihat Emil tampil secara reguler di Serie A musim 2026-2027.

Jay Idzes dan Emil Audero mewarnai Liga Italia 2026-2027 bersama sejumlah figur yang memiliki hubungan dengan Indonesia.

Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, berduel dengan penyerang Inter Milan Marcus Thuram. Inter Milan tampil dominan saat menundukkan Sassuolo dengan skor 5-0 dalam lanjutan pekan ke-24 Serie A 2025-2026 di Stadion MAPEI, Reggio Emilia, Senin (9/2/2026) dini hari WIB.

Pengusaha Indonesia Ikut Memberi Warna di Liga Italia

Hubungan Indonesia dengan sepak bola Italia tidak hanya terlihat melalui pemain. Pengusaha asal Indonesia juga memiliki keterlibatan penting dalam kepemilikan klub.

Como 1907 menjadi salah satu contoh paling menonjol. Klub tersebut berada di bawah kepemilikan Djarum Group. Mirwan Suwarso juga memiliki peran penting dalam perkembangan klub selama beberapa musim terakhir.

Como memilih pendekatan yang cukup menarik dalam membangun tim. Mereka tidak hanya mengandalkan perekrutan pemain berpengalaman, tetapi juga memberikan ruang besar kepada pemain muda potensial.

Strategi tersebut membuat sejumlah nama berkembang dan menarik perhatian klub-klub Eropa. Nico Paz, Martin Baturina, serta Assane Diao menjadi beberapa pemain yang mendapat sorotan berkat performanya.

Como juga terus memperkuat skuad dengan mendatangkan pemain baru. Trevoh Chalobah dan Yan Couto menjadi bagian dari langkah klub untuk meningkatkan kualitas tim.

Selain Como, keterlibatan pengusaha Indonesia juga terlihat di Lecce. Alvin Sariaatmadja tercatat memiliki saham minoritas klub tersebut setelah membeli sekitar 10 persen saham pada 2022.

Kondisi Lecce berbeda dibandingkan Como. Mereka harus bekerja keras untuk menjaga posisi di Serie A setelah menjalani musim yang penuh tantangan dan sempat berada dekat dengan ancaman degradasi.

Nuansa Indonesia Semakin Terasa di Sepak Bola Italia

Musim 2026-2027 menunjukkan bahwa hubungan sepak bola Indonesia dengan Italia semakin luas. Hubungan tersebut tidak lagi terbatas pada satu pemain atau satu klub saja.

Jay Idzes membawa identitas Indonesia melalui kiprahnya di Serie A. Emil Audero juga memiliki peluang untuk kembali menjadi salah satu pemain Indonesia yang bersaing di kasta tertinggi.

Sementara itu, Federico Barba membawa cerita berbeda. Pengalamannya bermain di Indonesia sebelum kembali ke Italia menciptakan hubungan tersendiri antara kedua negara.

Di luar lapangan, keterlibatan pengusaha Indonesia dalam kepemilikan klub juga memperkuat hubungan tersebut. Como dan Lecce menjadi contoh bagaimana investor Tanah Air mulai memiliki tempat dalam industri sepak bola Italia.

Situasi ini membuat Liga Italia 2026-2027 semakin menarik untuk diikuti pencinta sepak bola Indonesia. Dari Serie A hingga Serie B, semakin banyak nama dan cerita yang memiliki hubungan dengan Indonesia.

Jika tren tersebut terus berkembang, bukan tidak mungkin keterlibatan Indonesia di sepak bola Italia akan semakin besar pada masa mendatang. Kehadiran pemain, investor, dan figur yang pernah berkarier di Tanah Air menjadi tanda bahwa jarak antara sepak bola Indonesia dan Italia semakin dekat.