Chipset Google Tensor G6 – Resmi diperkenalkan sebagai prosesor terbaru yang menjadi otak utama keluarga Pixel 11. Google memasang chip tersebut pada Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Generasi terbaru Tensor ini membawa sejumlah peningkatan, terutama pada efisiensi energi, pemrosesan kecerdasan buatan (AI), serta kemampuan kamera.

Google kembali mengambil pendekatan berbeda di bandingkan sebagian produsen chipset mobile lainnya. Perusahaan tidak menjadikan performa mentah atau angka benchmark sebagai daya tarik utama. Sebaliknya, Google mengembangkan Tensor G6 untuk mendukung pengalaman penggunaan sehari-hari dan berbagai fitur khusus perangkat Pixel.

Selain itu, Tensor G6 dirancang agar mampu menjalankan semakin banyak proses AI secara langsung di perangkat. Pendekatan tersebut memungkinkan beberapa fitur bekerja tanpa terus bergantung pada pemrosesan melalui layanan cloud.

CPU Tensor G6 Lebih Efisien

Salah satu peningkatan penting Tensor G6 terletak pada bagian CPU. Google menyebut efisiensi daya CPU generasi terbaru ini meningkat hingga 20 persen di bandingkan Tensor G5 pada Pixel 10 series.

Peningkatan efisiensi tersebut juga berdampak pada sejumlah aktivitas pengguna. Google mengklaim aktivitas browsing dapat berlangsung hingga 25 persen lebih cepat. Sementara itu, proses membuka aplikasi di klaim mengalami peningkatan kecepatan hingga 15 persen.

Google turut mengoptimalkan chipset ini untuk menangani sejumlah game mobile dengan kebutuhan performa tinggi. Beberapa judul yang mendapat perhatian antara lain Asphalt Legends, Disney Speedstorm, dan Squad Busters.

Tensor G6 juga hadir bersama modem generasi baru. Komponen tersebut menawarkan throughput lebih tinggi sekaligus menekan konsumsi energi. Meski demikian, Google belum menjelaskan secara terperinci perusahaan yang memasok modem tersebut.

Menggunakan Konfigurasi CPU Tujuh Inti

Tensor G6 menggunakan konfigurasi CPU tujuh inti. Susunan tersebut mencakup satu inti utama C1 Ultra yang dapat bekerja hingga 4,1 GHz.

Kemudian, Google membekalinya dengan empat inti performa C1 Pro yang memiliki kecepatan maksimal 3,4 GHz. Dua inti C1 Pro lainnya bertugas sebagai inti efisiensi dengan kecepatan hingga 2,65 GHz.

Pada sektor grafis, Tensor G6 disebut mengandalkan GPU PowerVR C-series. GPU tersebut memiliki enam compute unit dengan kecepatan yang dapat mencapai 1,3 GHz.

Konfigurasi ini berbeda di bandingkan Tensor G5. Chip generasi sebelumnya memiliki delapan inti CPU yang terdiri dari satu Cortex-X4 hingga 3,78 GHz, lima Cortex-A725 hingga 3,05 GHz, serta dua Cortex-A520 hingga 2,25 GHz.

Tensor G5 juga menggunakan GPU PowerVR DXT-48-1536. Walaupun jumlah inti CPU pada Tensor G6 berkurang, Google lebih menekankan efisiensi dan optimalisasi penggunaan sehari-hari. Karena itu, jumlah inti bukan satu-satunya parameter yang menjadi fokus pengembangan chip tersebut.

Chipset Google Tensor G6 pada smartphone Pixel 11 series

Chip Google Tensor G6.

Pemrosesan AI Lokal Makin Cepat

Kemampuan AI menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan Tensor G6. Google meningkatkan Tensor Processing Unit (TPU) yang bertanggung jawab menangani berbagai proses kecerdasan buatan.

Google mengembangkan arsitektur chipset ini bersama Google DeepMind. Pengembangannya menyesuaikan kebutuhan model AI terbaru agar perangkat Pixel dapat menjalankan lebih banyak fungsi AI secara lokal.

TPU generasi terbaru tersebut menawarkan kemampuan komputasi sekitar 50 persen lebih tinggi. Google juga meningkatkan bandwidth memorinya agar pemrosesan model AI berjalan lebih lancar.

Peningkatan itu memungkinkan Gemini Nano beroperasi langsung pada perangkat dengan latensi yang lebih rendah. Google bahkan mengklaim Tensor G6 dapat menjalankan beban kerja AI lokal hingga 3,5 kali lebih cepat.

Pada saat yang sama, konsumsi energi untuk tugas tersebut di klaim dapat di tekan hingga 3,5 kali lebih rendah. Efisiensi ini menjadi penting karena sejumlah fungsi AI dapat terus bekerja di latar belakang.

Contohnya mencakup pembuatan ringkasan notifikasi dan transkripsi suara. Karena pemrosesan berlangsung di perangkat, beberapa tugas tidak perlu selalu mengirimkan data menuju server cloud.

Kemampuan tersebut juga mendukung fitur baru pada Gboard. Google menghadirkan fungsi yang dapat mengubah bahasa isyarat menjadi teks dengan bantuan pemrosesan langsung melalui perangkat.

Tensor G6 Tingkatkan Kemampuan Kamera Pixel 11

Selain AI, Google memberikan perhatian besar terhadap fotografi komputasional. Tensor G6 membawa Image Signal Processor (ISP) generasi baru yang mendukung berbagai kemampuan kamera Pixel 11 series.

ISP tersebut memiliki akselerator perangkat keras khusus untuk menangani pemrosesan video potret. Dukungan ini memungkinkan perangkat Pixel merekam Portrait Video beresolusi 4K untuk pertama kalinya.

Google juga memperkenalkan Instant Night Sight. Fitur tersebut memanfaatkan kemampuan pemrosesan Tensor G6 untuk mempercepat pengambilan gambar dalam kondisi cahaya rendah.

Menurut Google, Pixel 11 series dapat mengambil foto malam hingga 4,5 kali lebih cepat di bandingkan generasi sebelumnya. Perusahaan mengklaim peningkatan kecepatan tersebut tetap mempertahankan kualitas gambar.

Kombinasi antara TPU dan ISP terbaru juga meningkatkan kemampuan zoom. Pixel 11 Pro dan Pixel 11 Pro XL menawarkan Pro Zoom hingga 120x. Sementara itu, Pixel 11 reguler memiliki Super Zoom hingga 30x.

Pixel 11 Pro Fold Memiliki Sejumlah Batasan

Meskipun memakai Tensor G6, Pixel 11 Pro Fold tidak memperoleh seluruh kemampuan kamera yang tersedia pada model Pixel 11 lainnya. Perbedaan perangkat keras membuat Google membatasi beberapa fitur pada smartphone lipat tersebut.

Pixel 11 Pro Fold tidak mendukung perekaman 4K Portrait Video. Perangkat ini juga tidak mendapatkan fitur Instant Night Sight yang tersedia pada model tertentu dalam keluarga Pixel 11.

Kemampuan zoom ponsel lipat tersebut juga mencapai Super Zoom maksimal 30x. Angka ini berada di bawah Pro Zoom hingga 120x yang tersedia pada Pixel 11 Pro dan Pixel 11 Pro XL.

Secara keseluruhan, Tensor G6 menunjukkan strategi Google yang semakin berpusat pada efisiensi, AI lokal, dan fotografi komputasional. Alih-alih mengejar jumlah inti CPU atau performa benchmark semata, Google mengoptimalkan chipset tersebut untuk mendukung fitur yang langsung di gunakan pemilik Pixel.

Peningkatan TPU dan ISP juga memperlihatkan peran AI yang semakin besar dalam ekosistem Pixel. Dengan kemampuan pemrosesan lokal yang lebih cepat sekaligus hemat energi, Tensor G6 menjadi komponen penting di balik berbagai fitur baru keluarga Pixel 11.