JAKARTA – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum penting bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Salah satu rangkaian kegiatan yang di selenggarakan adalah dzikir dan doa bersama yang berlangsung di Masjid Al-Ikhlas, Markas Besar Polri, Jakarta Selatan.

Kegiatan keagamaan tersebut di hadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri dan di ikuti secara virtual oleh seluruh jajaran kepolisian di berbagai wilayah Indonesia. Melalui pelaksanaan dzikir dan doa bersama, Polri ingin menumbuhkan semangat spiritual sekaligus memperkokoh nilai-nilai pengabdian yang telah menjadi landasan institusi selama delapan dekade.

Dzikir dan Doa Menjadi Momentum Refleksi Hari Bhayangkara

Pelaksanaan dzikir dan doa bersama bukan sekadar bagian dari agenda seremonial menjelang Hari Bhayangkara. Kegiatan ini memiliki makna yang lebih mendalam sebagai bentuk introspeksi seluruh anggota Polri terhadap tanggung jawab yang di emban dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kapusjarah Polri, Brigjen Abas Basuni, menjelaskan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 merupakan kesempatan untuk kembali menghayati nilai-nilai Tribrata yang selama ini menjadi pedoman moral setiap anggota Polri. Menurutnya, melalui doa bersama, seluruh personel memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa di berikan kesehatan, perlindungan, serta kemampuan dalam menjalankan tugas negara secara profesional.

Ia menilai bahwa kekuatan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk karakter anggota Polri sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan yang terus berkembang seiring perubahan zaman.

Tribrata Tetap Menjadi Pedoman dalam Pelaksanaan Tugas

Dalam sambutannya, Brigjen Abas Basuni menekankan bahwa nilai-nilai Tribrata harus terus di internalisasikan dalam setiap aspek pelaksanaan tugas kepolisian. Pedoman tersebut di nilai menjadi fondasi utama dalam membangun integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab setiap personel.

Menurutnya, memasuki usia ke-80 tahun, Polri di harapkan semakin mampu menghadirkan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Melalui pendekatan yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap berbagai dinamika sosial.

Transformasi kelembagaan juga menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kepercayaan publik. Oleh sebab itu, setiap anggota Polri di harapkan terus mengedepankan etika, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan yang dilakukan.

Polri menggelar dzikir dan doa bersama di Masjid Al-Ikhlas Mabes Polri, Jakarta Selatan, jelang Hari Bhayangkara ke-80.

Wujud Syukur atas Pengabdian kepada Bangsa dan Negara

Kegiatan dzikir dan doa bersama juga menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang Polri dalam menjalankan amanah menjaga keamanan nasional. Selama delapan puluh tahun berdiri, institusi kepolisian telah menghadapi berbagai tantangan yang menuntut kesiapan personel dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Melalui doa bersama tersebut, seluruh jajaran kepolisian memohon kelancaran dalam menjalankan tugas. Sekaligus memohon keberkahan agar dapat terus mengemban amanah negara dengan penuh tanggung jawab.

Suasana khidmat yang tercipta selama kegiatan mencerminkan semangat kebersamaan seluruh anggota Polri. Baik yang hadir langsung di Mabes Polri maupun yang mengikuti secara virtual dari berbagai daerah di Indonesia.

Komitmen Polri Menuju Institusi yang Profesional dan Presisi

Momentum Hari Bhayangkara ke-80 juga di manfaatkan sebagai pengingat bahwa Polri harus terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Komitmen untuk menjadi institusi yang profesional, modern. Serta di percaya masyarakat menjadi tujuan utama dalam setiap program transformasi yang di jalankan.

Brigjen Abas Basuni berharap seluruh personel dapat terus mengimplementasikan nilai-nilai Tribrata dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan tugas di lapangan. Dengan demikian, Polri tidak hanya mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Tetapi juga semakin dekat dengan masyarakat melalui pelayanan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan publik.

Konsep Presisi yang terus di kembangkan di lingkungan Polri di harapkan mampu menjawab tantangan era digital. Sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat secara transparan dan akuntabel.

Memperkuat Integritas melalui Nilai Spiritual

Pelaksanaan dzikir dan doa bersama menjadi simbol bahwa penguatan spiritual tetap memiliki posisi penting dalam membangun integritas aparat penegak hukum. Selain meningkatkan keimanan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap tugas yang di jalankan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polri kembali menegaskan tekadnya untuk terus menjaga profesionalisme, memperkuat integritas, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan semangat kebersamaan dan berlandaskan nilai-nilai Tribrata, Polri berharap mampu terus menjadi institusi yang semakin di percaya, di cintai masyarakat, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.a