Sejarah Nama Sunda kembali menjadi perhatian setelah muncul usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda. DPRD Jawa Barat telah menyetujui usulan tersebut untuk masuk ke tahap legislasi. Meski belum menjadi keputusan akhir, wacana itu memunculkan kembali pembahasan mengenai sejarah dan budaya Sunda. Banyak masyarakat pun mulai mencari asal-usul nama Sunda serta makna yang terkandung di dalamnya.

Nama Sunda bukan sekadar identitas etnis. Istilah ini memiliki sejarah yang panjang. Berbagai sumber menyebutkan bahwa nama Sunda telah dikenal sejak masa lampau. Bahkan, istilah tersebut pernah digunakan untuk menyebut kawasan geografis yang luas di Nusantara.

Asal Usul Kata Sunda

Buku Sadjarah Sunda, Djilid I, Dugi ka Runtagna Karadjaan Padjadjaran karya Drs. R. Ma’un Atmamihardja menjelaskan beberapa asal-usul kata Sunda. Penjelasan itu berasal dari bahasa Sanskerta, Kawi, Jawa, dan Sunda.

Dalam bahasa Sanskerta, kata Sund berarti cahaya yang memancar atau terang. Ada pula kata Chuddha yang berarti putih. Sebagian ahli mengaitkan makna tersebut dengan Gunung Sunda yang tampak cerah dari kejauhan. Selain itu, Sunda juga dikenal sebagai salah satu nama Dewa Wisnu.

Bahasa Kawi memberikan arti yang berbeda. Dalam bahasa ini, Sunda berarti air. Kata tersebut juga dapat bermakna tumpukan, pangkat, atau kewaspadaan. Makna itu dianggap sesuai dengan kondisi wilayah Sunda. Daerah ini memiliki banyak sumber air, tanah yang subur, dan pegunungan yang indah.

Dalam bahasa Jawa, Sunda berarti susunan atau tempat penyimpanan. Sebagian peneliti menilai arti tersebut berkaitan dengan kekayaan alam yang melimpah di wilayah Sunda.

Sementara itu, bahasa Sunda mengenal istilah Sunda sebagai tempat menyimpan atau memenuhi kebutuhan. Ada pula bentuk kata Sonda yang berarti baik, indah, dan menyenangkan. Kata Sundara dalam bahasa Sanskerta juga berarti tampan atau cantik. Dari kata itulah kemudian muncul nama Sundari.

Sejarah Nama Sunda

Ilustrasi Sunda.

Sunda Menjadi Identitas Budaya

Sunda berkembang menjadi identitas budaya yang kuat. Nama ini tidak hanya merujuk pada suku bangsa. Sunda juga melekat pada bahasa, adat, seni, dan nilai kehidupan masyarakat.

Bahasa Sunda hingga kini masih digunakan oleh jutaan orang. Berbagai kesenian tradisional juga terus berkembang. Masyarakat masih melestarikan seni musik, sastra lisan, tari, dan berbagai upacara adat.

Selain budaya, Sunda juga memiliki sejarah kepercayaan. Salah satunya ialah Sunda Wiwitan. Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang masyarakat Sunda sebelum masuknya agama-agama besar ke Nusantara.

Nama Sunda juga muncul dalam istilah Kepulauan Sunda Besar dan Kepulauan Sunda Kecil. Penyebutan tersebut menunjukkan bahwa nama Sunda pernah memiliki cakupan geografis yang luas.

Sejarah Pembagian Sunda dan Jawa

Cerita rakyat mengenal kisah Ciung Wanara dan Hariang Banga. Legenda itu sering dikaitkan dengan pembagian wilayah Sunda dan Jawa. Dalam kisah tersebut, kedua tokoh akhirnya mengakhiri pertikaian. Hariang Banga kemudian berada di sebelah timur Sungai Cipamali. Sementara wilayah barat sungai berkembang sebagai tanah Sunda.

Cerita itu memang bersifat legenda. Namun, kisah tersebut telah menjadi bagian dari tradisi lisan masyarakat Sunda selama berabad-abad.

Kajian sejarah modern memberikan penjelasan yang berbeda. Holy Rafika Dhona dalam bukunya Subjek Sunda: Genealogi, Kelahiran, dan Kewilayahan menjelaskan bahwa masyarakat dahulu belum mengenal batas wilayah seperti sekarang. Mereka lebih mengenal hubungan antara rakyat dan kerajaan.

Kesadaran wilayah mulai berkembang ketika bahasa menjadi pembeda. Pada masa pemerintahan Thomas Stamford Raffles di Pulau Jawa, bahasa Sunda dan bahasa Jawa dipandang sebagai identitas yang berbeda. Pandangan itu kemudian memperkuat penyebutan wilayah Sunda dan Jawa sebagai dua kawasan budaya.

Warisan Sejarah yang Tetap Relevan

Usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat kembali mengingatkan masyarakat pada sejarah panjang Sunda. Nama tersebut tidak hanya memiliki nilai administratif. Sunda juga menyimpan identitas budaya yang telah bertahan selama ratusan tahun.

Terlepas dari hasil pembahasan usulan tersebut, sejarah nama Sunda tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia. Memahami asal-usulnya membantu masyarakat mengenal perjalanan budaya yang membentuk identitas Jawa Barat hingga sekarang.