Kembalinya Identitas Twitter – Platform media sosial dengan identitas Twitter kembali muncul melalui layanan baru bernama Twitter.now. Platform tersebut di kembangkan oleh Operation Bluebird, startup yang berbasis di Virginia, Amerika Serikat. Kehadirannya menarik perhatian karena menggunakan sejumlah identitas yang sebelumnya melekat pada Twitter sebelum Elon Musk mengubah platform tersebut menjadi X.

Untuk sementara, Twitter.now baru tersedia melalui layanan berbasis web. Operation Bluebird juga membuka akses awal bagi pengguna yang ingin bergabung sebelum platform tersebut tersedia secara luas.

Peluncuran Twitter.now berlangsung ketika Operation Bluebird masih berupaya memperoleh hak atas sejumlah kekayaan intelektual yang pernah menjadi bagian dari Twitter. Beberapa di antaranya mencakup nama Twitter, istilah “tweet”, hingga logo burung yang selama bertahun-tahun di kenal sebagai simbol platform media sosial tersebut.

Twitter.now Buka Akses Awal untuk Pengguna

Operation Bluebird menyediakan program keanggotaan awal bagi pengguna Twitter.now melalui dua kategori, yaitu Founder dan Fighter. Kedua pilihan tersebut memberikan kesempatan kepada anggota untuk mencoba layanan lebih awal sebelum aplikasi tersedia bagi masyarakat umum.

Kategori Founder di tawarkan dengan biaya 20 dollar AS. Pengguna yang memilih keanggotaan ini memperoleh keuntungan berupa akses lebih awal ke platform.

Sementara itu, kategori Fighter tersedia dengan biaya mulai dari 40 dollar AS. Selain memperoleh akses awal yang sama, anggota Fighter mendapatkan status sebagai pendonor yang mendukung pengembangan platform tersebut.

Strategi ini memungkinkan Operation Bluebird membangun komunitas pengguna sebelum Twitter.now di luncurkan secara lebih luas. Di sisi lain, perusahaan masih menghadapi persoalan hukum terkait penggunaan identitas Twitter.

Perubahan Twitter Menjadi X Jadi Awal Perselisihan

Persoalan merek bermula dari perubahan besar yang dilakukan Elon Musk setelah mengakuisisi Twitter pada 2022. Setelah mengambil alih perusahaan, Musk secara bertahap mengubah berbagai aspek layanan tersebut, termasuk mengganti nama dan identitas Twitter menjadi X.

Logo burung yang sebelumnya menjadi ikon Twitter juga di tinggalkan. Platform tersebut kemudian menggunakan identitas X sebagai merek utama.

Perubahan itulah yang menjadi salah satu dasar Operation Bluebird dalam mengajukan klaim. Startup tersebut menilai sejumlah kekayaan intelektual yang berkaitan dengan identitas lama Twitter tidak lagi di gunakan oleh X.

Operation Bluebird kemudian melihat peluang untuk mendapatkan hak merek dagang atas nama Twitter. Perusahaan juga mengincar hak atas istilah “tweet” serta logo burung yang dahulu sangat identik dengan layanan microblogging tersebut.

Namun, X Corporation tidak menerima langkah tersebut begitu saja. Perselisihan antara kedua perusahaan akhirnya berlanjut ke jalur hukum.

Twitter.now hadir membawa kembali identitas Twitter di tengah sengketa Operation Bluebird dengan X

Ilustrasi Twitter Now.

X Corporation Melawan Upaya Operation Bluebird

Pada akhir 2025, X Corporation menggugat Operation Bluebird. Perusahaan milik Elon Musk tersebut meminta pengadilan federal di Delaware mengeluarkan perintah sementara untuk menghentikan peluncuran platform baru yang menggunakan identitas Twitter.

Kasus itu kemudian memasuki perkembangan penting pada April 2026. Dalam persidangan, Hakim Pengadilan Distrik Amerika Serikat Colm Connolly memberikan indikasi sementara mengenai status beberapa kekayaan intelektual yang di perebutkan.

Hakim mengindikasikan bahwa X tampaknya telah meninggalkan klaim atas istilah “tweet” dan logo burung yang sebelumnya menjadi ciri khas Twitter. Selain itu, terdapat kemungkinan penilaian serupa dapat berlaku terhadap penggunaan nama Twitter.

Meskipun demikian, perkara tersebut belum menghasilkan putusan tertulis yang menentukan status akhir hak-hak tersebut. Karena itu, sengketa antara Operation Bluebird dan X masih belum selesai.

Operation Bluebird Tetap Meluncurkan Twitter.now

Indikasi yang muncul dalam persidangan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong Operation Bluebird melanjutkan rencananya. Perusahaan akhirnya memilih mengoperasikan Twitter.now tanpa menunggu penyelesaian sengketa secara keseluruhan.

Salah satu pendiri Operation Bluebird, Stephen Coates, menyatakan pihaknya memiliki pandangan bahwa X sudah tidak memegang hak merek dagang atas Twitter dan istilah “tweet”.

Coates juga memiliki hubungan historis dengan Twitter. Selain menjadi salah satu pendiri dan penasihat hukum utama Operation Bluebird, ia sebelumnya pernah menjalankan peran hukum di Twitter sebelum perusahaan tersebut berada di bawah kepemilikan Elon Musk.

Setelah menunggu selama beberapa bulan, Operation Bluebird akhirnya membawa Twitter.now kepada pengguna. Menurut Coates, perusahaan telah mendapatkan dukungan investor sekaligus memiliki produk yang siap di gunakan. Kondisi tersebut membuat pihaknya memilih untuk tidak kembali menunda peluncuran.

Dengan demikian, Twitter.now kini mulai beroperasi di tengah perselisihan mengenai kepemilikan identitas lama Twitter. Kehadirannya sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan merek Twitter setelah platform aslinya bertransformasi menjadi X.

Ke depan, hasil sengketa hukum antara Operation Bluebird dan X Corporation akan menjadi faktor penting dalam menentukan sejauh mana Twitter.now dapat menggunakan nama Twitter, istilah “tweet”, serta identitas visual burung yang pernah melekat kuat pada platform media sosial tersebut.