JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul – Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 yang menghubungkan Kabupaten Gunungkidul dan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah memasuki tahap akhir. Kehadiran jalur tersebut di harapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus memberikan akses yang lebih mudah bagi wisatawan yang hendak menuju kawasan pantai selatan Yogyakarta.
Secara fisik, ruas jalan tersebut sudah tersambung. Meski demikian, sejumlah pekerjaan penyelesaian masih dilakukan, seperti pengecatan hingga pemasangan perlengkapan dan pengaman jalan. Tahapan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum JJLS Kelok 23 dapat di gunakan secara penuh oleh masyarakat.
Salah satu daya tarik jalur baru ini adalah bentang alam yang terlihat sepanjang perjalanan. Jalan yang berkelok melewati kawasan perbukitan menyuguhkan panorama menuju Pantai Parangtritis dan wilayah di sekitarnya. Kombinasi pemandangan perbukitan dan laut selatan berpotensi membuat ruas jalan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai akses transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan wisata.
JJLS Kelok 23 Ditargetkan Dibuka September 2026
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, menyampaikan bahwa JJLS Kelok 23 direncanakan mulai dibuka pada September 2026.
Menurut laporan satuan kerja PJN Kementerian Pekerjaan Umum, progres pekerjaan fisik proyek tersebut telah mencapai sekitar 99,6 persen. Dengan capaian tersebut, pembangunan praktis hanya menyisakan sejumlah pekerjaan akhir sebelum ruas jalan dapat beroperasi.
“Rencananya September besuk sudah bisa di buka,” ujar Rakhmadian saat melakukan peninjauan di kawasan Kelok 23, Jumat (28/8/2026).
Keberadaan JJLS memiliki posisi penting karena berada di kawasan yang terhubung dengan sejumlah destinasi wisata. Selain itu, jalur tersebut juga dapat menjadi salah satu akses menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Konektivitas tersebut di harapkan membantu mobilitas masyarakat maupun wisatawan yang bepergian di wilayah selatan DIY.
Pembangunan JJLS Kelok 23 Di Mulai Sejak 2023
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan bahwa pembangunan ruas tersebut telah berlangsung sejak Agustus 2023. Total panjang proyek mencapai kurang lebih lima kilometer.
Dari keseluruhan ruas tersebut, sekitar 1,9 kilometer berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Sementara bagian lainnya melintasi wilayah Kabupaten Bantul.
Endah menyambut positif selesainya pembangunan JJLS Kelok 23. Menurutnya, proyek tersebut telah mendekati tahap operasional setelah melalui proses pengerjaan selama kurang lebih tiga tahun.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap jalan baru tersebut dapat memberikan manfaat langsung terhadap mobilitas masyarakat. Terlebih, jalur utama yang menghubungkan Yogyakarta dengan Gunungkidul kerap mengalami peningkatan volume kendaraan, terutama ketika musim liburan.

Kelok 23 Perbatasan Bantul-Gunungkidul
Di Harapkan Kurangi Kepadatan Jalur Yogyakarta-Gunungkidul
Setelah beroperasi penuh, JJLS Kelok 23 di harapkan menjadi alternatif untuk mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama Yogyakarta-Gunungkidul. Jalan ini dapat di manfaatkan masyarakat yang menuju kawasan perkotaan maupun wisatawan yang ingin berkunjung ke sejumlah destinasi di wilayah selatan.
Akses menuju kawasan wisata pantai juga diperkirakan menjadi semakin mudah. Wisatawan nantinya memiliki pilihan jalur yang lebih cepat sekaligus menawarkan aspek keamanan dan kenyamanan perjalanan.
Menurut Endah, keberadaan jalur baru tersebut di harapkan mampu memberikan akses yang lebih mudah, cepat, dan aman, khususnya bagi wisatawan yang hendak mengunjungi kawasan Pantai Selatan.
Selain meningkatkan aksesibilitas, kelancaran konektivitas juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi kawasan yang di lalui. Arus wisatawan yang semakin mudah dapat membuka peluang berkembangnya berbagai usaha pendukung pariwisata.
Tiga Gardu Pandang hingga Rest Area UMKM Di Siapkan
JJLS Kelok 23 juga di rancang memiliki fasilitas pendukung yang dapat meningkatkan daya tarik kawasan. Salah satunya berupa tiga gardu pandang yang tersebar di sepanjang jalur tersebut.
Dua gardu pandang berada di wilayah Kabupaten Bantul. Sementara satu gardu lainnya terletak di kawasan perbatasan antara Bantul dan Gunungkidul.
Keberadaan gardu pandang dapat di manfaatkan pengguna jalan untuk menikmati panorama kawasan perbukitan dan laut selatan. Dengan karakter jalan yang membelah perbukitan, fasilitas tersebut berpotensi berkembang menjadi titik persinggahan wisata baru.
Tidak hanya itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan rest area yang dapat di manfaatkan untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Nantinya, kawasan peristirahatan tersebut berpeluang menyediakan gerai bagi produk lokal maupun kebutuhan pengguna jalan.
Pengelolaan fasilitas itu membutuhkan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Pemerintah Kabupaten Bantul. Pasalnya, lokasi yang di rencanakan sebagai salah satu titik rest area berada di kawasan yang berkaitan dengan wilayah kedua kabupaten.
Jika pengembangan fasilitas pendukung berjalan optimal, JJLS Kelok 23 tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur penghubung. Jalur ini juga berpotensi menjadi koridor baru untuk mendukung pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan selatan Yogyakarta.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 99,6 persen dan rencana pembukaan pada September 2026, JJLS Kelok 23 di harapkan segera memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat. Selain memperlancar konektivitas Bantul-Gunungkidul, jalur tersebut dapat memperkuat akses menuju destinasi wisata Pantai Selatan hingga Bandara YIA.