Bibit Siklon Tropis 98W – tengah menjadi perhatian setelah sistem atmosfer tersebut terdeteksi berkembang di Laut China Selatan, tidak jauh dari wilayah Vietnam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus mengawasi perkembangannya karena keberadaan sistem itu dapat memengaruhi kondisi perairan Indonesia secara tidak langsung.
Pemantauan menunjukkan sistem 98W mulai terbentuk pada Kamis, 10 September 2026 sekitar pukul 13.00 WIB. Lokasinya berada di Laut China Selatan dan termasuk dalam cakupan pengawasan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.
Pada Jumat, 11 September 2026 pukul 07.00 WIB, pusat perputaran sistem teridentifikasi di sekitar koordinat 13,1 derajat Lintang Utara dan 112,7 derajat Bujur Timur. Posisi tersebut berada di kawasan Laut China Selatan, tepatnya di sisi timur Vietnam.
BMKG mencatat angin terkuat di sekitar pusat sistem mencapai 20 knot atau kurang lebih 37 kilometer per jam. Sementara itu, tekanan minimum berada pada kisaran 1.007 hPa. Aktivitas pembentukan awan konvektif di sekitar sistem belum berlangsung secara konsisten karena masih muncul secara sporadis dan berubah-ubah.
Kondisi Atmosfer Memengaruhi Perkembangan 98W
Sejumlah kondisi lingkungan memberikan dukungan terhadap pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 98W. Salah satunya berasal dari aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial yang berinteraksi dengan sistem tersebut.
Selain itu, temperatur permukaan laut yang relatif hangat menyediakan energi bagi pertumbuhan awan. Tingkat kelembapan atmosfer juga cukup mendukung. Faktor lain berupa shear vertikal yang lemah serta vortisitas atmosfer turut menciptakan kondisi yang memungkinkan sistem mempertahankan sirkulasinya.
Meskipun demikian, tidak seluruh faktor atmosfer mendukung penguatan 98W. Kondisi konvergensi pada lapisan bawah dan di vergensi di atmosfer bagian atas belum berada pada situasi yang optimal.
Masuknya massa udara kering pada lapisan sekitar 700 hPa juga berpotensi membatasi perkembangan awan. Kombinasi faktor penghambat tersebut membuat peluang sistem berkembang menjadi siklon tropis masih relatif kecil.
Kekuatan Sistem Diprediksi Naik Perlahan
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan bahwa 98W berpeluang mengalami penguatan secara bertahap dalam periode 24 jam. Salah satu indikatornya terlihat dari bentuk sirkulasi yang mulai menunjukkan pola lebih teratur dan membulat.
Dalam perkembangan selanjutnya, angin maksimum di perkirakan dapat meningkat menjadi sekitar 25 knot atau setara 46 kilometer per jam.
Angin terkuat di proyeksikan muncul pada sektor timur laut sampai tenggara dari pusat sistem. Pada periode tersebut, tekanan minimum di perkirakan turun tipis menjadi sekitar 1.006 hPa.
Sementara itu, pergerakan sistem di proyeksikan mengarah ke barat laut hingga utara. Posisi berikutnya di perkirakan berada di sekitar 15,2 derajat Lintang Utara dan 110,0 derajat Bujur Timur.

Bibit Siklon Tropis 98W di wilayah Indonesia.
Peluang Menjadi Siklon Tropis Masih Rendah
Meskipun kekuatan 98W berpotensi meningkat dalam jangka pendek, kondisi itu di perkirakan tidak berlangsung lama. Dalam rentang 48 sampai 72 jam berikutnya, sistem justru di proyeksikan kehilangan kekuatannya.
Pergerakan menuju wilayah daratan Vietnam menjadi salah satu faktor utama yang dapat melemahkan 98W. Sistem tropis membutuhkan suplai panas dan uap air dari laut untuk mempertahankan atau meningkatkan intensitasnya. Ketika bergerak memasuki daratan, pasokan energi tersebut berkurang sehingga sirkulasi dapat melemah.
Atas dasar perkembangan tersebut, peluang 98W mencapai status siklon tropis selama periode 24 hingga 72 jam ke depan masih masuk kategori rendah.
Kendati demikian, pemantauan tetap di perlukan karena perubahan kondisi atmosfer maupun perairan dapat memengaruhi perkembangan suatu bibit siklon.
Laut Natuna Utara Berpotensi Mengalami Gelombang Sedang
Walaupun pusat Bibit Siklon Tropis 98W berada cukup jauh dari sebagian besar wilayah Indonesia, keberadaannya tetap dapat menimbulkan pengaruh tidak langsung terhadap kondisi laut.
BMKG memperkirakan dampak tersebut berlangsung setidaknya selama 24 jam, terhitung hingga Sabtu, 12 September 2026 sekitar pukul 07.00 WIB.
Wilayah yang perlu mendapatkan perhatian adalah Laut Natuna Utara. Kawasan perairan tersebut berpotensi mengalami peningkatan tinggi gelombang dalam kategori sedang.
Ketinggian gelombang di perkirakan berada pada rentang 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi tersebut patut menjadi perhatian bagi masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran maupun kegiatan lain di wilayah perairan terdampak.
Meskipun kemungkinan 98W berkembang menjadi siklon tropis masih rendah, masyarakat tetap perlu mengikuti pembaruan informasi cuaca dan kondisi laut dari BMKG. Perubahan posisi maupun intensitas sistem dapat memengaruhi pola angin dan tinggi gelombang, khususnya di perairan yang berada relatif dekat dengan jalur pergerakannya.