Burung Blekok Kelam Bermigrasi Ke Inggris – dalam jumlah yang cukup menarik perhatian pengamat satwa liar. Kawanan black-crowned night heron tersebut terlihat menempati Cagar Alam Bolton-on-Swale di North Yorkshire. Pergerakan langka ini terjadi setelah gelombang panas melanda sejumlah wilayah daratan utama Eropa.
Kondisi cuaca ekstrem di duga mendorong burung-burung tersebut bergerak semakin jauh ke wilayah utara. Saat ini, Bolton-on-Swale bahkan menjadi tempat persinggahan bagi salah satu kawanan blekok kelam terbesar yang tercatat di Inggris.
Kemunculan spesies tersebut tidak hanya terjadi di Bolton-on-Swale. Seekor blekok kelam juga terlihat di Cagar Alam North Cave Wetlands, dekat Hull. Burung tersebut tercatat muncul di kawasan itu selama tiga tahun berturut-turut. Fenomena ini menunjukkan adanya perubahan pola keberadaan spesies yang biasanya lebih banyak berkembang biak di daratan utama Eropa.
Jonathan Leadley dari Yorkshire Wildlife Trust mengatakan bahwa semakin banyak burung bergerak menuju kawasan utara. Mereka mencari habitat baru yang masih mampu menyediakan kondisi lingkungan sesuai kebutuhan hidupnya.
Menurut Leadley, keberadaan kawasan konservasi di Yorkshire memang dapat membantu menyediakan habitat alternatif. Namun, pergerakan satwa ke utara juga menjadi fenomena yang perlu mendapat perhatian serius. Kondisi tersebut dinilai memperlihatkan besarnya pengaruh perubahan iklim terhadap kehidupan satwa liar.
Gelombang Panas Dorong Blekok Kelam Bergerak ke Utara
Blekok kelam memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan cangak abu atau grey heron yang lebih umum ditemukan. Ukuran tubuh blekok kelam relatif lebih kecil. Burung ini juga dikenal memiliki pola aktivitas yang dominan pada malam hari.
Pada siang hari, blekok kelam biasanya bersarang atau beristirahat. Aktivitasnya mulai meningkat menjelang senja ketika burung tersebut keluar untuk mencari makanan.
Yorkshire Wildlife Trust mencatat enam ekor blekok kelam telah berpindah menuju Bolton-on-Swale. Perjalanan ke utara tersebut diduga berkaitan erat dengan suhu ekstrem yang terjadi di Eropa.
Gelombang panas tidak hanya meningkatkan temperatur udara. Kondisi tersebut juga menyebabkan sejumlah lahan basah mengering. Padahal, ekosistem lahan basah menjadi bagian penting dalam kehidupan blekok kelam karena menyediakan tempat berlindung, mencari makanan, dan berkembang biak.
Ketika habitat tersebut mengalami perubahan, burung harus mencari kawasan lain yang masih mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Inggris kemudian menjadi salah satu wilayah yang mulai didatangi spesies tersebut.

Ilustrasi migrasi burung blekok kelam.
Habitat Blekok Kelam di Eropa Mulai Terancam
Perubahan kondisi lahan basah di Eropa selatan menjadi perhatian utama para pemerhati satwa. Jonathan Leadley menjelaskan bahwa sejumlah habitat tradisional blekok kelam mulai kehilangan fungsi ekologisnya.
Beberapa kawasan di Spanyol bagian selatan dan Italia utara selama ini menjadi habitat yang umum bagi spesies tersebut. Namun, perubahan lingkungan membuat sebagian lahan basah di wilayah tersebut tidak lagi mampu menyediakan kondisi ideal.
Hilangnya habitat berpotensi menimbulkan dampak berantai bagi populasi burung. Ketika kawasan mencari makan menyusut, blekok kelam semakin kesulitan memperoleh sumber makanan yang mencukupi.
Kondisi tersebut selanjutnya dapat memengaruhi keberhasilan reproduksi. Burung yang tidak memperoleh makanan secara memadai akan menghadapi tantangan lebih besar untuk berkembang biak dan mempertahankan populasinya.
Leadley menilai peningkatan jumlah blekok kelam yang datang ke Inggris setiap tahun membuka kemungkinan baru. Burung tersebut berpotensi membentuk koloni di wilayah Inggris apabila kondisi habitatnya mendukung.
Yorkshire Wildlife Trust menyebut blekok kelam pada dasarnya lebih banyak berkembang biak di daratan utama Eropa. Pola migrasi tahunannya juga membawa burung tersebut menempuh perjalanan panjang.
Ketika musim gugur tiba, blekok kelam biasanya bergerak menuju selatan Sahara. Sebagian burung kemudian menghabiskan musim dingin di kawasan Sub-Sahara dan Afrika Barat.
Kedatangan Blekok Kelam Menarik Perhatian Pengamat Burung
Meski kemunculan blekok kelam di Yorkshire berkaitan dengan kondisi lingkungan yang mengkhawatirkan, fenomena tersebut menarik perhatian banyak pencinta burung. Spesies yang jarang terlihat itu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Sejumlah pengamat burung bahkan melakukan perjalanan dari berbagai daerah untuk mendatangi kawasan konservasi. Mereka berharap dapat menyaksikan langsung kawanan blekok kelam yang kini berada di North Yorkshire.
Namun, karakter burung yang aktif pada malam hari membuat pengunjung perlu menentukan waktu pengamatan dengan tepat. Leadley menyarankan masyarakat datang pada awal atau penghujung hari.
Menjelang senja menjadi salah satu kesempatan terbaik karena blekok kelam mulai aktif untuk berburu makanan. Meski demikian, pengunjung masih memiliki peluang melihat burung tersebut pada siang hari.
Pengamat perlu memperhatikan pepohonan dedalu atau willow secara lebih teliti. Blekok kelam sering memanfaatkan pepohonan sebagai tempat beristirahat ketika aktivitasnya menurun pada siang hari.
Kehadiran enam ekor blekok kelam di Bolton-on-Swale akhirnya bukan sekadar fenomena menarik bagi pencinta burung. Peristiwa tersebut juga menunjukkan bagaimana perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi pergerakan satwa.
Jika gelombang panas dan penyusutan lahan basah di Eropa terus berlangsung, pola persebaran sejumlah spesies berpotensi mengalami perubahan. Migrasi blekok kelam menuju Inggris pun menjadi salah satu contoh bagaimana satwa liar berusaha mencari habitat baru ketika lingkungan asalnya tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka.