Xiaomi HyperOS 3 – Xiaomi secara resmi merilis pembaruan sistem operasi terbarunya, HyperOS 3, dengan tujuan meningkatkan performa, keamanan, serta stabilitas perangkat. Sistem operasi ini membawa sejumlah perubahan signifikan. Termasuk optimalisasi antarmuka, manajemen daya yang lebih baik, serta peningkatan sistem keamanan berbasis wilayah. Namun, di balik berbagai peningkatan tersebut, muncul laporan dari sebagian pengguna yang justru mengalami kendala serius setelah melakukan pembaruan.
Alih-alih mendapatkan pengalaman yang lebih baik, beberapa perangkat Xiaomi di laporkan mengalami gangguan berupa bootloop. Yakni kondisi di mana ponsel terus menyala dan mati secara berulang. Dalam kasus yang lebih parah. Perangkat bahkan tidak dapat di gunakan sama sekali atau di kenal dengan istilah “brick”.
Perangkat yang Paling Rentan Mengalami Masalah
Berdasarkan berbagai laporan pengguna, masalah bootloop akibat pembaruan HyperOS 3 tidak terjadi secara merata pada seluruh perangkat Xiaomi. Gangguan ini terutama di alami oleh ponsel yang berasal dari pasar gray market, yaitu perangkat versi China yang di jual di luar jalur distribusi resmi.
Untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional, perangkat versi China tersebut biasanya di modifikasi dengan memasang Global ROM agar mendukung bahasa internasional serta layanan Google. Namun, Global ROM yang di gunakan bukan berasal dari Xiaomi secara resmi, melainkan hasil konversi pihak ketiga. Praktik inilah yang menjadi faktor utama munculnya masalah setelah pembaruan HyperOS 3.
Beberapa model populer yang di laporkan terdampak antara lain seri Redmi Note dan lini Poco tertentu. Yang banyak di minati karena menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga relatif lebih terjangkau.
Penyebab Teknis Terjadinya Bootloop
Masalah bootloop pada perangkat gray market berkaitan erat dengan sistem keamanan baru yang di terapkan di HyperOS 3. Xiaomi menambahkan mekanisme pemeriksaan kecocokan wilayah atau region lock check, yang bertujuan memastikan kesesuaian antara perangkat keras dan perangkat lunak.
Sistem ini akan melakukan verifikasi apakah perangkat lunak yang terpasang sesuai dengan wilayah asal perangkat. Jika terdeteksi bahwa Global ROM berjalan pada perangkat keras versi China, sistem akan memblokir komunikasi dengan modem. Akibatnya, proses verifikasi data gagal dan perangkat masuk ke recovery mode atau mengalami bootloop tanpa henti.
Dari sudut pandang Xiaomi, ROM hasil konversi tersebut di anggap sebagai instalasi tidak resmi. Oleh karena itu, perusahaan tidak mengategorikan masalah ini sebagai bug sistem, melainkan sebagai konsekuensi dari modifikasi perangkat di luar standar resmi.

Sejumlah ponsel Xiaomi, terutama unit impor dari China yang dijual melalui jalur gray market, mengalami masalah booting setelah memperbarui sistem ke HyperOS 3.
Dampak bagi Pengguna dan Kebijakan Xiaomi
Bagi pengguna perangkat gray market, kondisi ini tentu menimbulkan kerugian. Perangkat yang sebelumnya berfungsi normal menjadi tidak dapat di gunakan, bahkan berisiko kehilangan data. Selain itu, Xiaomi menegaskan tidak akan memberikan dukungan atau perbaikan resmi untuk perangkat yang telah di modifikasi secara tidak sah.
Kebijakan ini menegaskan sikap Xiaomi dalam menjaga ekosistem perangkat lunaknya agar tetap aman dan sesuai standar. Di sisi lain, hal ini menjadi peringatan bagi konsumen untuk lebih berhati-hati dalam memilih perangkat, terutama yang di jual melalui jalur tidak resmi.
Solusi Sementara yang Dapat Dicoba
Meski tidak ada solusi resmi dari Xiaomi, sejumlah pengguna melaporkan adanya metode sementara yang dapat di coba untuk mengatasi bootloop. Salah satu cara yang cukup banyak di bahas adalah melakukan force restart secara berulang, sekitar 10 hingga 15 kali berturut-turut.
Metode ini bertujuan memicu sistem masuk ke mode pemulihan darurat atau panic rollback, sehingga perangkat dapat kembali ke versi sistem sebelumnya. Jika berhasil, pengguna di sarankan segera menonaktifkan fitur pembaruan otomatis melalui menu pengaturan untuk mencegah sistem mengunduh HyperOS 3 kembali.
Namun demikian, perlu dipahami bahwa solusi ini tidak menjamin keberhasilan di semua kasus. Tingkat keberhasilan sangat bergantung pada kondisi perangkat dan jenis modifikasi ROM yang di gunakan.
Kesimpulan
Pembaruan HyperOS 3 membawa inovasi dan peningkatan penting bagi ekosistem Xiaomi, namun juga menimbulkan risiko bagi perangkat yang tidak menggunakan sistem resmi. Kasus bootloop pada ponsel gray market menunjukkan pentingnya kesesuaian antara perangkat keras dan perangkat lunak.
Bagi konsumen, kejadian ini dapat menjadi pelajaran bahwa harga murah dari jalur tidak resmi sering kali di sertai risiko jangka panjang. Sementara itu, bagi produsen, penerapan sistem keamanan yang ketat menjadi langkah strategis untuk menjaga integritas platform dan pengalaman pengguna secara keseluruhan.