Pilihan Jurusan – Pada umumnya, mahasiswa menempuh pendidikan tinggi dengan harapan dapat membangun karier yang sejalan dengan bidang ilmu atau jurusan yang mereka pilih selama masa perkuliahan. Pilihan jurusan sering kali di dasarkan pada minat pribadi, bakat, serta gambaran ideal tentang prospek kerja di masa depan. Namun, realitas yang di hadapi setelah lulus tidak selalu sesuai dengan ekspektasi awal tersebut.

Fakta menunjukkan bahwa tidak sedikit lulusan perguruan tinggi yang justru merasa menyesal dengan jurusan yang telah mereka pilih. Penyesalan ini muncul setelah mereka memasuki dunia kerja dan menyadari bahwa bidang yang di geluti tidak memberikan kesejahteraan finansial maupun kepuasan karier sebagaimana yang di bayangkan sebelumnya. Kondisi ini menjadi fenomena yang cukup umum dan patut mendapatkan perhatian. Terutama dalam konteks perencanaan pendidikan dan karier mahasiswa.

Perbedaan Antara Minat Akademik dan Realitas Dunia Kerja

Selama menjalani masa perkuliahan, mahasiswa umumnya memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap bidang studi yang di pilih. Ketertarikan tersebut di dukung oleh suasana akademik, diskusi ilmiah. Serta dorongan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sesuai di siplin ilmu masing-masing. Pada tahap ini, pertimbangan ekonomi sering kali belum menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan.

Namun, setelah lulus dan di hadapkan pada tuntutan kehidupan nyata, seperti kebutuhan membayar biaya hidup, cicilan, dan kebutuhan keluarga, orientasi lulusan cenderung berubah. Faktor penghasilan menjadi salah satu pertimbangan paling penting dalam memilih pekerjaan. Ketika gaji yang di tawarkan di sektor yang relevan dengan jurusan tertentu tidak sebanding dengan kebutuhan hidup. Muncul rasa kecewa dan penyesalan terhadap pilihan akademik di masa lalu.

Pilihan Jurusan

Ilustrasi Sarjana.

Hasil Survei tentang Penyesalan Pilihan Jurusan

Sebuah survei yang di lakukan oleh perusahaan bursa kerja asal Amerika Serikat terhadap 1.500 lulusan perguruan tinggi yang sedang mencari pekerjaan pada tahun 2022 mengungkapkan fenomena ini secara lebih jelas. Hasil survei menunjukkan bahwa meskipun mayoritas responden mengaku tertarik pada jurusan yang mereka ambil selama kuliah. Banyak di antara mereka yang merasa tidak puas setelah memasuki dunia kerja.

Salah satu temuan utama dari survei tersebut adalah kesenjangan antara ekspektasi penghasilan dan realitas gaji yang di terima. Banyak lulusan merasa bahwa pekerjaan yang relevan dengan jurusan mereka tidak memberikan imbalan finansial yang memadai. Kondisi ini mendorong mereka untuk mempertanyakan kembali keputusan akademik yang telah di ambil bertahun-tahun sebelumnya.

Daftar Jurusan yang Paling Banyak Disesali Lulusan

Berdasarkan survei tersebut, terdapat sejumlah jurusan yang tingkat penyesalannya tergolong tinggi. Jurusan jurnalisme menempati posisi teratas, dengan sebagian besar lulusannya menyatakan penyesalan setelah menyelesaikan studi. Selain itu, jurusan sosiologi dan seni juga termasuk dalam kelompok dengan tingkat ketidakpuasan yang signifikan.

Jurusan lain yang cukup banyak di sesali antara lain komunikasi, pendidikan, manajemen pemasaran dan riset, pendamping medis, ilmu politik dan pemerintahan, biologi, serta sastra Inggris. Kesamaan dari jurusan-jurusan tersebut adalah terbatasnya peluang kerja dengan gaji yang kompetitif. Meskipun secara akademik bidang-bidang ini memiliki nilai intelektual dan sosial yang tinggi.

Implikasi bagi Calon Mahasiswa dan Dunia Pendidikan

Fenomena penyesalan terhadap pilihan jurusan ini memberikan pelajaran penting bagi calon mahasiswa, orang tua, serta institusi pendidikan. Pemilihan jurusan sebaiknya tidak hanya di dasarkan pada minat semata, tetapi juga mempertimbangkan prospek kerja, kebutuhan pasar tenaga kerja, serta potensi pengembangan karier jangka panjang.

Bagi perguruan tinggi, temuan ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kurikulum, meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa, serta memperluas kerja sama dengan dunia industri. Dengan demikian, lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi realitas dunia kerja yang kompetitif.

Kesimpulan

Penyesalan terhadap pilihan jurusan setelah lulus merupakan fenomena yang nyata dan di alami oleh banyak lulusan perguruan tinggi. Perbedaan antara idealisme akademik dan tuntutan ekonomi menjadi faktor utama yang memicu ketidakpuasan tersebut. Oleh karena itu, perencanaan pendidikan yang matang, berbasis informasi yang komprehensif, sangat diperlukan agar mahasiswa dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan berkelanjutan untuk masa depan mereka.