Kegagalan dalam hubungan romantis sering kali meninggalkan luka emosional yang mendalam. Tidak jarang, seseorang bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama ketika hubungan tersebut berakhir dengan pengalaman yang tidak menyenangkan. Namun pada kenyataannya, niat tersebut kerap sulit di wujudkan. Banyak individu justru kembali menjalin hubungan dengan pasangan yang memiliki karakteristik serupa dengan mantan kekasihnya. Fenomena ini menunjukkan adanya pola psikologis tertentu yang bekerja secara tidak sadar dalam diri seseorang.

Konsep Familiaritas dalam Ketertarikan Emosional

Salah satu faktor utama yang menjelaskan kecenderungan tersebut adalah ketertarikan terhadap hal-hal yang bersifat familiar. Dalam konteks psikologis, familiaritas tidak selalu identik dengan kenyamanan yang sehat atau pengalaman yang menyenangkan. Sebaliknya, familiaritas merujuk pada pola emosional yang telah di kenal dan di alami sebelumnya.

Pengalaman masa lalu, baik positif maupun negatif, membentuk kerangka referensi emosional seseorang. Ketika individu bertemu dengan seseorang yang memiliki pola perilaku atau karakteristik yang mirip dengan figur signifikan di masa lalu, muncul perasaan aman karena situasi tersebut terasa dapat di prediksi. Perasaan aman ini tidak selalu rasional, tetapi cukup kuat untuk memengaruhi pilihan pasangan.

Rasa Aman Semu dan Pembentukan Pola Hubungan Berulang

Perasaan aman yang muncul dari hubungan yang familiar sering kali bersifat semu. Walaupun hubungan tersebut mungkin mengandung konflik atau tekanan emosional, individu tetap merasa lebih nyaman karena sudah terbiasa menghadapi dinamika tersebut. Kondisi ini secara perlahan membentuk pola hubungan berulang yang sulit di hindari.

Tanpa di sadari, seseorang dapat terjebak dalam siklus hubungan yang serupa, di mana masalah yang sama terus muncul dengan pasangan yang berbeda. Meskipun individu tersebut merasa tidak bahagia, ketidaknyamanan yang telah di kenal justru terasa lebih mudah di terima di bandingkan ketidakpastian dalam hubungan yang benar-benar baru.

Psikologis Dalam Hubungan

Ilustrasi Hubungan.

 

Kesadaran Tanpa Perubahan Perilaku

Menariknya, tidak semua individu yang terjebak dalam pola hubungan berulang berada dalam kondisi tidak sadar. Sebagian orang telah menyadari bahwa mereka cenderung memilih pasangan dengan karakteristik yang sama. Namun, kesadaran ini tidak selalu di ikuti dengan perubahan perilaku yang signifikan.

Hal ini dapat terjadi karena perubahan membutuhkan usaha emosional yang besar, termasuk menghadapi ketakutan akan hal-hal yang belum di kenal. Bagi sebagian individu, tetap berada dalam pola lama terasa lebih aman di bandingkan mengambil risiko untuk membangun hubungan dengan dinamika yang benar-benar berbeda.

Dorongan untuk Menyelesaikan Pengalaman Masa Lalu

Faktor psikologis lain yang berperan penting adalah dorongan untuk memperbaiki atau menyelesaikan pengalaman masa lalu yang belum tuntas. Ketika seseorang mengalami kegagalan dalam hubungan dengan tipe pasangan tertentu, kegagalan tersebut sering kali meninggalkan rasa penyesalan atau pertanyaan yang belum terjawab.

Dorongan ini mendorong individu untuk kembali memilih pasangan dengan karakteristik serupa, seolah-olah hubungan baru tersebut menjadi kesempatan kedua untuk membuktikan bahwa hubungan dengan tipe tersebut sebenarnya dapat berhasil. Ada harapan bahwa dengan pendekatan yang berbeda atau pasangan yang sedikit berbeda, hasil akhirnya akan lebih baik.

Ketakutan akan Kegagalan dan Upaya Pembuktian Diri

Di balik dorongan untuk memperbaiki masa lalu, terdapat ketakutan yang mendalam terhadap kegagalan. Individu tidak ingin mengulangi rasa sakit yang sama, sehingga berusaha keras untuk membuat hubungan baru dengan pola lama menjadi berhasil. Upaya ini sering kali di lakukan sebagai bentuk pembuktian diri bahwa kegagalan sebelumnya bukan sepenuhnya kesalahan pribadi.

Namun, tanpa perubahan pola pikir dan dinamika hubungan yang mendasar, usaha tersebut berpotensi kembali berujung pada hasil yang sama. Hal ini memperkuat siklus hubungan berulang yang sulit diputus.

Penutup

Ketertarikan pada tipe pasangan yang sama bukanlah sekadar kebetulan, melainkan hasil dari proses psikologis yang kompleks. Familiaritas emosional, rasa aman semu, dorongan menyelesaikan masa lalu, serta ketakutan akan kegagalan berperan dalam membentuk pola hubungan yang berulang. Memahami mekanisme ini menjadi langkah awal yang penting bagi individu untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan sadar di masa depan.