Persebaya Surabaya – berhasil mengamankan satu tempat di partai final Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Arema FC pada laga semifinal yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (4/8/2026) malam WIB. Kemenangan tipis 1-0 tersebut memastikan Bajul Ijo melanjutkan perjalanan impresif mereka sepanjang turnamen sekaligus membuka peluang meraih gelar juara untuk pertama kalinya.

Gol semata wayang yang di cetak Yuran Fernandes pada masa tambahan waktu babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur tersebut. Berkat hasil itu, tim besutan Bernardo Tavares di jadwalkan menghadapi Persib Bandung pada partai final yang berlangsung Kamis, 6 Agustus 2026.

Keberhasilan Persebaya melangkah hingga laga puncak bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Sejak babak penyisihan grup, tim asal Kota Surabaya menunjukkan permainan yang konsisten, disiplin, dan efektif. Penampilan tersebut membuat mereka layak disebut sebagai salah satu kandidat terkuat untuk mengangkat trofi Piala Presiden tahun ini.

Perjalanan Meyakinkan Persebaya Sejak Fase Grup

Persebaya mengawali kiprahnya di Piala Presiden 2026 dengan performa yang sangat menjanjikan. Sebagai tuan rumah Grup B, mereka mampu memanfaatkan keuntungan bermain di depan pendukung sendiri untuk meraih hasil maksimal dalam setiap pertandingan.

Laga pembuka mempertemukan Persebaya dengan Persija Jakarta. Duel berlangsung ketat, tetapi Bajul Ijo berhasil mengamankan kemenangan 1-0 berkat gol bunuh diri Radovan Pankov. Tambahan tiga poin tersebut menjadi awal positif yang meningkatkan kepercayaan diri para pemain.

Momentum kemenangan terus berlanjut pada pertandingan kedua saat Persebaya menghadapi PSMS Medan. Meski kembali menjalani pertandingan yang berjalan sengit, mereka mampu mempertahankan konsistensi permainan hingga akhirnya menang dengan skor identik 1-0. Kali ini, Yuran Fernandes tampil sebagai penentu kemenangan melalui gol yang di cetaknya.

Ujian terbesar hadir pada laga terakhir fase grup ketika Persebaya berhadapan dengan Port FC. Tim asal Thailand itu sempat unggul lebih dulu melalui gol Issam Al-Shabi. Namun, Persebaya tidak kehilangan semangat dan mampu menunjukkan karakter kuat.

Miguel Pereira berhasil menyamakan kedudukan sebelum Alex Martins mencetak gol kemenangan yang memastikan skor berubah menjadi 2-1. Hasil tersebut membuat Persebaya menyapu bersih tiga pertandingan fase grup dengan koleksi sembilan poin sekaligus memastikan diri lolos ke semifinal sebagai juara grup.

Yuran Fernandes Kembali Menjadi Penentu

Memasuki babak semifinal, Persebaya langsung di hadapkan pada rival lamanya, Arema FC. Pertemuan kedua tim kembali menghadirkan tensi tinggi mengingat rivalitas panjang yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Sepanjang pertandingan, kedua tim saling berusaha menguasai permainan dan menciptakan peluang. Namun, rapatnya lini pertahanan membuat pertandingan berlangsung cukup ketat.

Persebaya akhirnya memecah kebuntuan pada masa injury time babak pertama. Yuran Fernandes sukses memanfaatkan peluang yang diperoleh timnya sehingga membawa Bajul Ijo unggul 1-0 pada menit ke-45+7.

Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta hingga peluit panjang di bunyikan. Keunggulan tipis itu sudah cukup membawa Persebaya memastikan tiket menuju partai final.

Penampilan Yuran Fernandes sepanjang turnamen juga patut mendapat perhatian. Bek asal Tanjung Verde tersebut tidak hanya tampil solid dalam menjaga pertahanan, tetapi juga beberapa kali menjadi penentu kemenangan melalui kontribusi gol penting.

Persebaya Surabaya merayakan kemenangan atas Arema FC dan memastikan tiket ke final Piala Presiden 2026.

Persebaya Surabaya mengikuti Piala Presiden 2026.

Kesempatan Menghapus Kenangan Pahit

Keberhasilan melangkah ke final memberikan kesempatan bagi Persebaya untuk memperbaiki catatan mereka di ajang Piala Presiden. Pada edisi 2019, Bajul Ijo sempat mencapai partai puncak, tetapi gagal menjadi juara setelah kalah dari Arema FC dengan agregat 2-4.

Kini, mereka memiliki peluang baru untuk mengakhiri penantian panjang sekaligus mempersembahkan trofi Piala Presiden pertama dalam sejarah klub.

Bernardo Tavares berhasil membangun skuad yang tampil disiplin dan konsisten sepanjang kompetisi. Selain memiliki pertahanan yang sulit di tembus, Persebaya juga mampu memanfaatkan peluang secara efektif ketika menghadapi tekanan dari lawan.

Modal tersebut menjadi bekal penting menjelang pertandingan final yang di prediksi berlangsung lebih berat di bandingkan laga-laga sebelumnya.

Persib Bandung Menjadi Tantangan Terakhir

Pada partai final nanti, Persebaya akan berhadapan dengan Persib Bandung yang juga menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen. Maung Bandung berhasil menyapu bersih seluruh pertandingan di fase grup sebelum mengamankan kemenangan atas Persija Jakarta pada babak semifinal.

Pertemuan dua tim yang sama-sama tampil konsisten membuat final Piala Presiden 2026 di perkirakan berlangsung menarik. Baik Persebaya maupun Persib memiliki kualitas pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan kapan saja.

Persebaya datang dengan motivasi besar untuk meraih gelar perdana, sementara Persib mengincar trofi kedua setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2015. Kondisi tersebut di pastikan akan membuat pertandingan berjalan sengit sejak menit awal.

Selain kualitas individu para pemain, faktor strategi dan kesiapan fisik juga diyakini menjadi penentu hasil akhir. Tim yang mampu menjaga konsentrasi serta memanfaatkan peluang dengan lebih baik akan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengangkat trofi.

Dengan performa stabil sejak fase grup hingga semifinal, Persebaya memiliki alasan kuat untuk optimistis menghadapi laga puncak. Namun, Persib juga bukan lawan yang mudah di taklukkan. Oleh sebab itu, final Piala Presiden 2026 di prediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik dalam turnamen musim ini.