Dalam kehidupan sehari-hari, interaksi sosial sering kali meninggalkan dampak emosional yang berbeda-beda. Ada individu yang setelah di ajak berbincang singkat mampu membuat suasana hati orang lain menjadi lebih baik, lebih tenang, atau lebih termotivasi. Sebaliknya, terdapat pula individu yang kehadirannya justru menimbulkan rasa lelah secara emosional meskipun interaksi berlangsung dalam waktu singkat. Fenomena ini tidak sekadar bersifat subjektif, melainkan telah menjadi perhatian dalam kajian psikologi modern.
Psikologi relasional mengenal konsep positive relational energy, yaitu bentuk energi psikologis yang muncul dan mengalir melalui interaksi antarindividu. Energi ini bersifat konstruktif dan memberikan efek penguatan emosional, berbeda dengan kelelahan mental yang sering muncul akibat interaksi yang tidak sehat. Pemahaman mengenai energi positif ini penting karena berhubungan langsung dengan kesejahteraan psikologis, produktivitas, serta kualitas hubungan sosial.
Konsep Energi Positif dalam Psikologi
Energi positif dalam konteks relasi sosial merujuk pada kondisi psikologis yang menimbulkan rasa hidup, berdaya, dan termotivasi pada individu lain. Tidak seperti energi fisik yang berkurang ketika di gunakan, energi psikologis yang bersifat positif justru dapat meningkat ketika di bagikan melalui interaksi yang sehat. Hal ini menunjukkan bahwa energi positif memiliki karakteristik yang bersifat regeneratif.
Dalam lingkungan sosial maupun profesional, individu dengan energi positif sering berperan sebagai penggerak suasana. Kehadirannya dapat menciptakan iklim psikologis yang aman, terbuka, dan suportif. Energi semacam ini tidak muncul secara kebetulan, melainkan berkaitan dengan pola pikir, regulasi emosi, serta keterampilan interpersonal yang di miliki seseorang.

Ilustrasi senyum.
Peran Individu sebagai Pemberi Energi Positif
Salah satu ciri utama individu dengan energi positif adalah kemampuannya menjadi sumber semangat bagi orang lain. Interaksi dengan individu semacam ini sering kali meninggalkan perasaan optimis dan dorongan untuk bertindak lebih baik. Hal tersebut bukan di sebabkan oleh motivasi verbal semata, melainkan oleh sikap, ekspresi emosional, dan kualitas kehadiran yang di tampilkan dalam komunikasi.
Individu yang berfungsi sebagai “pemberi energi” biasanya mampu menciptakan hubungan yang setara dan tidak menghakimi. Mereka hadir secara autentik dan menunjukkan ketertarikan yang tulus terhadap lawan bicara. Kondisi ini mendorong terciptanya hubungan interpersonal yang lebih bermakna.
Pentingnya Kemampuan Mendengarkan Secara Aktif
Energi positif tidak selalu identik dengan kepribadian ekstrovert atau dominasi dalam percakapan. Justru, salah satu fondasi utama energi positif adalah kemampuan mendengarkan secara aktif. Mendengarkan secara aktif berarti memberikan perhatian penuh, tidak memotong pembicaraan, serta menunjukkan empati terhadap pengalaman orang lain.
Kemampuan ini menciptakan rasa aman secara psikologis, yang memungkinkan individu merasa dihargai dan dipahami. Dalam konteks psikologi, rasa aman tersebut berkontribusi besar terhadap terbentuknya hubungan yang sehat dan saling mendukung. Oleh karena itu, mendengarkan bukan sekadar aktivitas pasif, melainkan keterampilan sosial yang memiliki dampak emosional yang signifikan.
Resiliensi sebagai Fondasi Energi Positif
Individu dengan energi positif tidak berarti selalu berada dalam kondisi emosional yang menyenangkan. Mereka tetap mengalami emosi negatif seperti sedih, kecewa, atau marah. Namun, yang membedakan adalah kemampuan resiliensi atau daya lenting psikologis. Resiliensi memungkinkan seseorang untuk memproses emosi negatif secara adaptif dan kembali pada kondisi fungsional.
Dalam psikologi positif, resiliensi berkaitan dengan kemampuan memperluas sudut pandang dan membangun sumber daya psikologis dari pengalaman yang menantang. Individu yang resilien cenderung lebih fokus pada solusi dibandingkan keluhan, sehingga energi emosional yang dimiliki tidak terjebak dalam pola negatif yang berkepanjangan.
Implikasi Energi Positif dalam Kehidupan Sosial
Energi positif memiliki implikasi luas dalam berbagai konteks kehidupan, termasuk lingkungan kerja, pendidikan, dan hubungan personal. Interaksi yang dipenuhi energi positif dapat meningkatkan kerja sama, kepercayaan, serta kepuasan relasional. Dalam jangka panjang, hal ini berkontribusi terhadap kesejahteraan psikologis baik secara individu maupun kolektif.
Pemahaman mengenai energi positif juga membuka peluang bagi pengembangan diri, khususnya dalam aspek kecerdasan emosional dan keterampilan sosial. Dengan menyadari pola interaksi yang membangun, individu dapat secara sadar menciptakan hubungan yang lebih sehat dan bermakna dalam kehidupan sehari-hari.