Liga Champions – Kompetisi UEFA Champions League musim 2025/2026 kembali menghadirkan kejutan pada babak 16 besar. Pada leg pertama yang berlangsung pada 10–11 Maret 2026, tim-tim asal Premier League harus menerima kenyataan pahit karena tidak satu pun berhasil meraih kemenangan.
Meski jumlah perwakilan Inggris mencapai enam klub—sebuah rekor tersendiri dalam fase gugur kompetisi ini—hasil yang di dapat justru mengecewakan. Dari enam tim tersebut, hanya dua yang mampu menghindari kekalahan, sementara empat lainnya harus menelan hasil buruk di leg pertama.
Newcastle United Hampir Mengalahkan Barcelona
Salah satu pertandingan yang menarik perhatian terjadi ketika Newcastle United menghadapi FC Barcelona. Tim asal Inggris tersebut sebenarnya hampir mengamankan kemenangan penting di kandang sendiri.
Gol dari Harvey Barnes yang tercipta menjelang akhir waktu normal membuat Newcastle unggul dan berada di ambang kemenangan. Gol tersebut memberikan harapan besar bagi publik tuan rumah karena Barcelona merupakan salah satu klub terkuat di kompetisi Eropa.
Namun keunggulan itu tidak bertahan hingga peluit akhir. Pada detik-detik terakhir pertandingan, Barcelona memperoleh hadiah penalti yang kemudian berhasil di konversi menjadi gol oleh Lamine Yamal. Gol tersebut membuat pertandingan berakhir imbang 1-1 dan sekaligus menggagalkan kemenangan Newcastle yang sudah di depan mata.
Hasil ini membuat peluang kedua tim masih terbuka lebar menjelang leg kedua yang akan menentukan siapa yang berhak melaju ke perempat final.
Arsenal Amankan Hasil Imbang di Markas Leverkusen
Pertandingan lain yang melibatkan klub Inggris mempertemukan Arsenal F.C. dengan Bayer 04 Leverkusen. Bermain di kandang lawan, Arsenal harus bekerja keras untuk menghindari kekalahan.
Leverkusen lebih dahulu unggul melalui sundulan Robert Andrich yang memanfaatkan situasi sepak pojok di awal babak kedua. Gol tersebut sempat membuat tuan rumah berada dalam posisi menguntungkan.
Namun Arsenal berhasil menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir pertandingan. Penyerang Kai Havertz yang masuk sebagai pemain pengganti sukses mengeksekusi tendangan penalti pada menit ke-89 setelah terjadi pelanggaran terhadap Noni Madueke di area terlarang.
Gol tersebut membuat pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Hasil imbang ini memberikan peluang yang cukup baik bagi Arsenal untuk menentukan nasib mereka pada leg kedua yang akan berlangsung di kandang sendiri.
Manchester City Menelan Kekalahan Telak di Madrid
Hasil paling mengejutkan dialami oleh Manchester City ketika bertandang ke markas Real Madrid. Tim asuhan Pep Guardiola harus menerima kekalahan telak dengan skor 0-3.
Gelandang Real Madrid, Federico Valverde, menjadi bintang dalam pertandingan tersebut setelah mencetak tiga gol sekaligus atau hattrick. Penampilan impresif Valverde membuat lini pertahanan Manchester City kesulitan sepanjang pertandingan.
Kekalahan ini menjadi salah satu hasil terburuk yang di alami Guardiola selama memimpin Manchester City di fase gugur Liga Champions. Dengan selisih tiga gol, City harus bekerja ekstra keras pada leg kedua jika ingin membalikkan keadaan.

Para pemain Real Madrid dan Manchester City bereaksi di akhir pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Real Madrid CF dan Manchester City di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 11 Maret 2026. Real Madrid menang 3-0.
Chelsea Kehilangan Momentum di Paris
Nasib kurang beruntung juga di alami Chelsea F.C. ketika menghadapi Paris Saint‑Germain. Chelsea sempat menunjukkan perlawanan yang cukup baik dengan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada babak kedua.
Namun pada menit-menit akhir pertandingan, PSG tampil sangat efektif. Dalam kurun waktu sekitar 15 menit terakhir, tim tuan rumah berhasil mencetak tiga gol tambahan yang membuat skor akhir berubah drastis.
Salah satu gol spektakuler datang dari Khvicha Kvaratskhelia yang memperbesar keunggulan PSG. Situasi tersebut membuat Chelsea kesulitan mengejar ketertinggalan hingga pertandingan berakhir.
Tottenham Hotspur Tumbang di Markas Atletico Madrid
Kekalahan besar lainnya di alami oleh Tottenham Hotspur saat menghadapi Atlético Madrid. Tottenham harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 2-5.
Pertandingan berlangsung sulit bagi tim London tersebut sejak awal laga. Dalam 15 menit pertama, Atletico Madrid berhasil mencetak tiga gol cepat yang langsung memberikan tekanan besar bagi Tottenham.
Situasi tersebut bahkan memaksa pelatih Tottenham melakukan perubahan drastis dengan menarik keluar kiper Antonín Kinský lebih awal. Meski sempat mencoba memperkecil ketertinggalan, Tottenham tetap tidak mampu mengejar keunggulan tuan rumah hingga akhir pertandingan.
Evaluasi Performa Klub Inggris di Liga Champions
Secara keseluruhan, leg pertama babak 16 besar Liga Champions musim ini menjadi momen yang kurang menggembirakan bagi klub-klub Inggris. Walaupun memiliki jumlah perwakilan yang banyak, performa yang di tampilkan belum mampu menghasilkan kemenangan.
Hasil imbang yang di raih Newcastle United dan Arsenal masih memberikan peluang bagi kedua tim untuk melaju ke babak selanjutnya. Sementara itu, klub lain seperti Manchester City, Chelsea, dan Tottenham Hotspur harus bekerja keras pada leg kedua untuk memperbaiki situasi.
Pertandingan leg kedua nantinya akan menjadi penentu apakah klub-klub Premier League mampu bangkit dan mempertahankan peluang mereka di kompetisi sepak bola paling bergengsi di Eropa tersebut.