CVT – motor matik bunyi gredek saat mulai berjalan atau mengeluarkan suara berdecit ketika berakselerasi dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem transmisi. Meski suara tersebut terkadang di anggap sepele, pemilik kendaraan sebaiknya tidak mengabaikannya. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menjaga kenyamanan sekaligus mencegah kerusakan komponen yang lebih serius.

Continuously Variable Transmission (CVT) merupakan sistem transmisi otomatis yang banyak di gunakan pada sepeda motor matik. Sistem ini mengatur rasio putaran mesin dan meneruskan tenaga menuju roda belakang secara otomatis. Karena itu, pengendara tidak perlu melakukan perpindahan gigi seperti pada sepeda motor bertransmisi manual.

Dalam pemakaian sehari-hari, komponen di dalam CVT terus bekerja dan mengalami gesekan. Debu, kotoran, panas, hingga keausan akhirnya dapat memengaruhi kinerjanya. Jika pemilik motor jarang melakukan perawatan, sejumlah gejala bisa muncul. Salah satu yang cukup umum adalah bunyi gredek ketika motor mulai bergerak.

Bunyi Gredek Bisa Berasal dari Kampas Ganda

Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menjelaskan bahwa suara gredek biasanya berkaitan dengan proses gesekan antara kampas ganda dan mangkok kopling.

Ketika sepeda motor mulai bergerak, kampas ganda akan bersentuhan dengan mangkok kopling. Proses tersebut memungkinkan tenaga dari mesin di teruskan menuju roda belakang. Kondisi permukaan kedua komponen tersebut sangat menentukan kelancaran proses penyaluran tenaga.

Menurut Wahyu dalam keterangan resmi pada 17 Agustus 2026, kotoran, permukaan yang licin, dan keausan dapat membuat gesekan menjadi tidak maksimal. Akibatnya, muncul getaran yang kemudian terdengar atau terasa sebagai gredek.

Gejala ini biasanya lebih mudah dirasakan ketika pengendara membuka gas dari posisi berhenti. Motor dapat terasa bergetar sebelum akhirnya melaju dengan lebih normal.

Debu dan Kotoran Memengaruhi Kinerja CVT

Salah satu faktor yang sering memicu masalah tersebut adalah kotoran di dalam rumah CVT. Debu dapat muncul dari sisa gesekan berbagai komponen selama sepeda motor di gunakan.

Seiring waktu, debu bisa menempel pada permukaan kampas ganda maupun mangkok kopling. Penumpukan tersebut kemudian mengurangi kemampuan kampas untuk mencengkeram mangkok dengan baik.

Akibatnya, tenaga mesin tidak tersalurkan secara optimal. Pengendara juga dapat merasakan getaran ketika sepeda motor mulai bergerak.

Selain kotoran, panas berlebihan dapat membuat permukaan mangkok kopling menjadi terlalu licin atau mengilap. Kondisi ini di kenal sebagai glazing. Permukaan yang terlalu licin membuat kampas kesulitan mendapatkan gesekan yang ideal.

Jika kondisi tersebut terus berlangsung, gejala gredek dapat semakin terasa. Karena itu, pemeriksaan komponen CVT menjadi penting ketika muncul getaran atau suara yang tidak biasa.

Pemeriksaan CVT motor matik untuk mengatasi bunyi gredek dan berdecit

Ilustrasi servis CVT motor matik

Kampas Ganda Aus Juga Perlu Diwaspadai

Kampas ganda termasuk komponen yang mengalami gesekan berulang selama sepeda motor di gunakan. Oleh sebab itu, komponen ini akan mengalami keausan seiring bertambahnya jarak tempuh.

Permukaan kampas dapat semakin tipis setelah di gunakan dalam waktu lama. Dalam kondisi tertentu, panas dan gesekan berlebihan juga bisa membuat permukaannya mengalami kerusakan seperti terbakar.

Saat kampas tidak lagi berada dalam kondisi optimal, kemampuan mencengkeram mangkok kopling ikut berkurang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyaluran tenaga terasa kurang halus dan menimbulkan getaran.

Keausan setiap sepeda motor tentu tidak selalu sama. Gaya berkendara, kondisi jalan, beban kendaraan, dan intensitas pemakaian dapat memengaruhi usia pakai komponen CVT.

Bunyi Berdecit Bisa Berkaitan dengan V-Belt

Selain suara gredek, pemilik motor matik juga perlu memperhatikan bunyi berdecit yang muncul ketika melakukan akselerasi. Gejala tersebut dapat berkaitan dengan kondisi V-belt.

V-belt mempunyai peran penting dalam meneruskan tenaga di dalam sistem CVT. Seiring pemakaian, komponen ini dapat mengalami perubahan kondisi. V-belt bisa menjadi kering, getas, aus, atau terlalu licin.

Masalah tersebut tidak hanya berpotensi menimbulkan suara. Efisiensi penyaluran tenaga dari mesin juga dapat menurun apabila kondisi V-belt sudah tidak optimal.

Wahyu mengingatkan bahwa masalah pada CVT yang terus di biarkan dapat memengaruhi kenyamanan berkendara. Selain itu, komponen lain di dalam sistem transmisi juga berpotensi mengalami keausan lebih cepat.

Perawatan Berkala Membantu Mencegah Gredek

Pemeriksaan dan pembersihan berkala menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga CVT motor matik tetap bekerja dengan baik. Pemilik kendaraan perlu memastikan area CVT tidak dipenuhi debu maupun sisa kotoran dari gesekan komponen.

Diler resmi menyarankan pemeriksaan dan pembersihan CVT dilakukan sekitar setiap 2.000 hingga 5.000 kilometer. Namun, interval tersebut dapat menyesuaikan kondisi pemakaian kendaraan.

Sepeda motor yang sering melewati jalan berdebu atau di gunakan dalam kondisi tertentu mungkin memerlukan pemeriksaan lebih cepat. Dengan demikian, pemilik kendaraan sebaiknya tidak hanya berpatokan pada jarak tempuh.

Saat melakukan perawatan, teknisi juga perlu memeriksa kondisi kampas ganda, mangkok kopling, dan V-belt. Pemeriksaan tersebut membantu mendeteksi keausan atau kerusakan sebelum masalah berkembang lebih jauh.

Apabila kampas ganda sudah terlalu aus, penggantian dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Langkah serupa berlaku untuk V-belt yang mulai getas, rusak, atau tidak lagi memenuhi standar penggunaan.

Perawatan CVT secara rutin bukan hanya bertujuan menghilangkan suara gredek atau berdecit. Langkah tersebut juga membantu menjaga penyaluran tenaga tetap halus dan mempertahankan kenyamanan sepeda motor matik.

Karena itu, suara maupun getaran yang tidak biasa sebaiknya menjadi tanda bagi pemilik kendaraan untuk melakukan pemeriksaan. Penanganan lebih awal dapat membantu mencegah kerusakan lanjutan sekaligus menjaga komponen CVT tetap bekerja secara optimal.