Modifikasi Cuaca Jabodetabek – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terus melanda wilayah Jabodetabek. Dalam beberapa hari terakhir mendorong di lakukannya langkah mitigasi oleh pihak terkait. Salah satu upaya yang di lakukan adalah penerapan teknologi modifikasi cuaca guna mengurangi potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir dan gangguan aktivitas masyarakat. Dalam konteks tersebut, PT Rekayasa Atmosphere Indonesia melaksanakan operasi modifikasi cuaca dengan mengerahkan pesawat khusus pada Sabtu, 24 Januari.

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pengendalian dampak cuaca ekstrem Khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap genangan dan banjir. Dengan pendekatan ilmiah dan teknologi atmosfer, modifikasi cuaca di harapkan mampu menekan intensitas hujan sebelum mencapai daratan.

Pelaksanaan Misi Penyemaian Awan di Wilayah Bekasi

Misi modifikasi cuaca di fokuskan pada wilayah Bekasi dan sekitarnya yang berdasarkan analisis meteorologi memiliki potensi pembentukan awan hujan cukup tinggi. Pesawat CASA A-2105 di kerahkan untuk menjalankan misi penyemaian awan pada sortie pertama sebagai langkah awal pengendalian curah hujan di kawasan tersebut.

Menurut keterangan Flight Scientist yang terlibat dalam operasi tersebut, penyemaian awan di lakukan dengan tujuan utama memecah awan-awan potensial pembentuk hujan. Langkah ini di harapkan dapat mengurangi akumulasi uap air di dalam awan sehingga menurunkan kemungkinan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi di wilayah sasaran.

Pemilihan lokasi penyemaian tidak di lakukan secara acak. Melainkan berdasarkan hasil pemantauan cuaca dan analisis dinamika atmosfer yang menunjukkan adanya awan yang berpotensi berkembang menjadi awan hujan.

Jenis Bahan Semai dan Jumlah yang Digunakan

Dalam pelaksanaan misi modifikasi cuaca kali ini, bahan semai yang di gunakan adalah kalsium oksida (CaO). Bahan tersebut di kenal efektif dalam proses penyemaian awan karena kemampuannya memicu perubahan mikrostruktur awan, sehingga proses pembentukan hujan dapat di kendalikan.

Total bahan semai yang di gunakan dalam satu kali penerbangan mencapai 800 kilogram atau setara dengan delapan kuintal. Jumlah tersebut di sesuaikan dengan luas area target serta kondisi atmosfer yang terpantau saat operasi berlangsung. Penggunaan bahan semai di lakukan dengan perhitungan matang agar efektivitas penyemaian dapat tercapai tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Modifikasi Cuaca Jabodetabek

Warga setempat menyebut banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang masih terus berlangsung dan buruknya sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air.

Ketinggian Terbang dan Karakteristik Awan Target

Pesawat CASA A-2105 menjalankan misi penyemaian dengan terbang pada ketinggian antara 7.000 hingga 8.000 kaki. Ketinggian ini di pilih untuk menyesuaikan dengan posisi awan target yang menjadi sasaran utama dalam operasi modifikasi cuaca.

Awan yang menjadi target penyemaian adalah jenis stratocumulus, yang memiliki karakteristik sebagai awan rendah. Hingga menengah dan berpotensi menghasilkan hujan jika mengalami perkembangan lebih lanjut. Berdasarkan pengamatan, dasar awan berada pada ketinggian sekitar 5.000 kaki, sementara puncak awan mencapai sekitar 8.500 kaki.

Pemilihan jenis awan ini di dasarkan pada kajian meteorologi yang menunjukkan bahwa awan stratocumulus dapat di modifikasi secara efektif. Melalui teknik penyemaian untuk mengendalikan distribusi curah hujan.

Kondisi Arah Angin Selama Operasi Berlangsung

Selain faktor ketinggian dan jenis awan, kondisi angin juga menjadi aspek penting dalam keberhasilan misi modifikasi cuaca. Berdasarkan pemantauan selama penerbangan, arah angin saat proses penyemaian berlangsung terpantau dominan berasal dari barat laut.

Informasi mengenai arah dan kecepatan angin sangat krusial untuk memastikan bahwa efek penyemaian awan dapat tersebar sesuai dengan area yang telah di tentukan. Dengan memahami pola angin, tim pelaksana dapat mengoptimalkan jalur penerbangan dan waktu pelepasan bahan semai agar hasilnya lebih efektif.

Modifikasi Cuaca sebagai Upaya Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

Operasi modifikasi cuaca merupakan salah satu bentuk mitigasi non-struktural dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir akibat curah hujan tinggi. Melalui pendekatan ilmiah dan teknologi penerbangan. Kegiatan ini di harapkan mampu membantu mengurangi risiko yang di timbulkan oleh cuaca ekstrem.

Ke depan, modifikasi cuaca dapat menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan risiko bencana di wilayah perkotaan padat seperti Jabodetabek. Kolaborasi antara lembaga teknis, pemerintah, dan pihak terkait lainnya menjadi kunci dalam memastikan pelaksanaan operasi berjalan efektif, aman, dan berkelanjutan.