Pertandingan sepak bola antara Persib Bandung dan Persija Jakarta selalu menjadi perhatian publik, tidak hanya dari sisi olahraga tetapi juga aspek keamanan. Rivalitas panjang kedua tim kerap menghadirkan antusiasme tinggi dari para pendukungnya. Yang apabila tidak di kelola dengan baik berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Oleh karena itu, pengamanan menjadi faktor krusial dalam memastikan pertandingan berlangsung dengan tertib dan aman.
Menyikapi hal tersebut, Kepolisian Daerah Jawa Barat mengambil langkah strategis dengan mengendalikan langsung pengamanan pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta yang di jadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, 11 Januari 2026. Langkah ini menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga stabilitas keamanan, baik di dalam stadion maupun di wilayah Jawa Barat secara umum.
Koordinasi dan Mitigasi Risiko Keamanan
Pengambilalihan pengamanan ini di dahului dengan pelaksanaan rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak terkait. Dalam forum tersebut, seluruh potensi risiko yang mungkin muncul di bahas secara komprehensif. Fokus utama pembahasan mencakup pencegahan konflik antarsuporter, pengendalian massa, pengamanan akses masuk stadion, serta antisipasi gangguan keamanan di jalur transportasi.
Pendekatan mitigasi risiko di lakukan dengan menganalisis berbagai skenario yang berpotensi terjadi selama pertandingan berlangsung. Dengan perencanaan yang matang, aparat keamanan dapat menyiapkan langkah-langkah penanggulangan secara terukur dan terkoordinasi. Kehadiran langsung pimpinan Polda Jawa Barat dalam proses ini menegaskan bahwa pengamanan laga tersebut menjadi prioritas utama.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono dan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan usai melakukan rapat koordinasi pengamanan menjelang laga Persib vs Persija di Polrestabes Bandung, Kamis (8/1/2026).
Pelibatan Aparat dan Unsur Pendukung
Dalam pelaksanaan pengamanan, Polda Jawa Barat tidak bekerja sendiri. Kegiatan ini melibatkan Kapolrestabes Bandung serta sejumlah kepolisian resor di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Bandung. Sinergi antarwilayah di nilai penting mengingat mobilitas penonton dan masyarakat tidak hanya terpusat di sekitar stadion, tetapi juga menyebar ke berbagai titik strategis.
Selain kepolisian, unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta pemerintah daerah turut ambil bagian dalam mendukung pengamanan. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk menciptakan sistem keamanan terpadu yang mampu memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran aparat gabungan juga di harapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pertandingan berskala besar.
Perlindungan Suporter dan Masyarakat Umum
Upaya pengamanan yang di lakukan tidak semata-mata di tujukan bagi suporter yang hadir di stadion. Lebih dari itu, kebijakan ini di rancang untuk melindungi masyarakat Jawa Barat secara luas dari potensi dampak negatif yang dapat timbul akibat pertandingan berisiko tinggi. Dengan pengelolaan keamanan yang optimal, aktivitas masyarakat di luar stadion di harapkan tetap berjalan normal tanpa gangguan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa keselamatan suporter merupakan prioritas utama. Mulai dari kedatangan, selama berada di area stadion, hingga kepulangan ke rumah masing-masing, seluruh rangkaian aktivitas suporter menjadi perhatian aparat keamanan.
Pembatasan Kehadiran Suporter Tim Tamu
Sebagai bagian dari strategi pengamanan, kehadiran suporter tim tamu tidak di perkenankan dalam pertandingan ini. Kebijakan tersebut sejalan dengan regulasi yang di tetapkan oleh PSSI guna meminimalkan potensi konflik. Untuk memastikan aturan ini di patuhi, pengawasan di perketat di berbagai pintu masuk wilayah Jawa Barat.
Pemantauan di lakukan di jalur transportasi darat maupun kereta api. Aparat di siagakan untuk mengantisipasi adanya pelanggaran, sekaligus melakukan langkah preventif apabila di temukan indikasi gangguan keamanan. Pendekatan ini di harapkan mampu menjaga situasi tetap kondusif sejak sebelum pertandingan di mulai.
Harapan Terciptanya Pertandingan yang Aman dan Kondusif
Dengan pengamanan yang terencana dan terkoordinasi, aparat berharap pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan nyaman. Kehadiran aparat bukan untuk membatasi euforia suporter, melainkan memastikan bahwa semangat mendukung tim kesayangan dapat disalurkan secara positif tanpa merugikan pihak lain.
Melalui langkah-langkah ini, Polda Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan suporter. Harapannya, seluruh penonton dapat menikmati pertandingan dengan rasa aman dan kembali ke rumah dalam kondisi yang baik, sehingga sepak bola tetap menjadi sarana pemersatu dan hiburan yang sehat bagi semua kalangan.