InfoDahsyat24.com – AI milik Anthropic, Mythos, berhasil menemukan celah keamanan pada algoritma kriptografi masa depan yang di rancang untuk menghadapi ancaman komputer kuantum. Temuan ini menjadi perhatian dalam dunia keamanan siber karena algoritma tersebut sebelumnya di persiapkan sebagai salah satu kandidat standar enkripsi pascakuantum.

Algoritma yang terdampak adalah Hawk, sebuah teknologi kriptografi yang masuk dalam proses evaluasi National Institute of Standards and Technology (NIST) Amerika Serikat. NIST mengembangkan program standar kriptografi pascakuantum untuk mencari sistem enkripsi baru yang mampu bertahan dari kemampuan komputasi komputer kuantum di masa depan.

Komputer kuantum memiliki kemampuan pemrosesan yang jauh lebih besar di bandingkan komputer konvensional. Oleh karena itu, teknologi ini berpotensi mengancam berbagai sistem enkripsi modern yang saat ini di gunakan untuk melindungi data digital. Algoritma seperti Hawk hadir sebagai solusi agar keamanan informasi tetap terjaga ketika era komputer kuantum berkembang.

Sebelum mendapatkan temuan dari AI Mythos, Hawk telah melewati dua tahap evaluasi keamanan dari NIST. Algoritma tersebut bahkan sedang menjalani tahap pengujian lanjutan untuk menentukan kelayakannya sebagai standar kriptografi baru.

Namun, penelitian Anthropic menunjukkan bahwa Hawk memiliki kelemahan tertentu. AI Claude Mythos mampu menemukan metode serangan yang secara teori dapat mengurangi tingkat keamanan algoritma tersebut hingga sekitar setengah dari kemampuan perlindungan yang sebelumnya di perkirakan.

Hawk Di Tarik dari Proses Seleksi Standar Kriptografi

Dalam bidang kriptografi, penurunan tingkat keamanan menjadi masalah serius karena dapat membuka peluang bagi pihak tertentu untuk mengeksploitasi sistem. Setelah Anthropic mempublikasikan hasil penelitian tersebut, pengembang Hawk memutuskan untuk menarik algoritma itu dari proses seleksi standardisasi NIST.

Anthropic menjelaskan bahwa Mythos tidak bekerja secara mandiri sepenuhnya. Sistem AI tersebut menggunakan konsep agen AI atau AI agent yang berkolaborasi dengan peneliti manusia selama proses analisis berlangsung.

Tahap awal penelitian di mulai dengan memberikan akses kepada AI untuk mempelajari berbagai publikasi ilmiah dan informasi teknis mengenai Hawk. Setelah memahami konsep dasar algoritma tersebut, Mythos melakukan analisis matematis serta eksperimen komputasi untuk mencari kemungkinan metode serangan baru.

Proses penelitian berlangsung selama kurang lebih 60 jam dengan kebutuhan biaya komputasi sekitar 100.000 dollar AS. Anthropic menggunakan dua agen AI yang bekerja secara terpisah agar hasil penelitian dapat melalui proses pemeriksaan lebih mendalam.

Salah satu agen awalnya menyimpulkan bahwa metode serangan terhadap Hawk sulit dilakukan. Namun, agen lainnya menemukan pendekatan berbeda yang memungkinkan serangan tersebut berjalan secara efektif. Setelah dilakukan verifikasi oleh kedua agen dan peneliti manusia, Anthropic memastikan bahwa metode baru tersebut memiliki tingkat keberhasilan yang cukup signifikan.

AI Anthropic Mythos menemukan kelemahan algoritma enkripsi pascakuantum Hawk

Claude Mythos 5, AI paling canggih milik Anthropic saat ini.

Temuan AI Tidak Berarti Enkripsi Saat Ini Langsung Terancam

Meski berhasil menemukan kelemahan Hawk, Anthropic menegaskan bahwa penelitian tersebut tidak menunjukkan seluruh sistem enkripsi modern berada dalam kondisi tidak aman.

Hawk sendiri masih berstatus sebagai kandidat standar dan belum di terapkan secara luas dalam berbagai layanan digital. Selain itu, penelitian dilakukan menggunakan versi algoritma yang telah di sederhanakan atau di buat lebih lemah di bandingkan implementasi sebenarnya. Langkah tersebut bertujuan agar proses evaluasi keamanan dapat berlangsung lebih mudah.

Anthropic juga menjelaskan bahwa Mythos tidak berhasil menghancurkan dasar matematika yang menjadi fondasi kriptografi pascakuantum. AI tersebut hanya menemukan cara yang lebih efisien untuk melakukan serangan di bandingkan metode yang sebelumnya sudah di ketahui oleh para peneliti.

Temuan ini justru menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan dapat membantu meningkatkan keamanan digital. Dengan kemampuan analisis yang cepat, AI dapat membantu peneliti menemukan kelemahan sebelum sebuah teknologi di gunakan secara luas.

Mythos Juga Menguji Keamanan Enkripsi AES

Selain menganalisis Hawk, Anthropic juga memanfaatkan Mythos untuk menguji algoritma enkripsi lain, yaitu Advanced Encryption Standard (AES). Algoritma tersebut menjadi salah satu standar keamanan yang paling banyak di gunakan di berbagai sistem digital saat ini.

Dalam penelitian terhadap AES, Mythos mampu mengembangkan teknik serangan meet-in-the-middle yang lebih efisien. Secara teori, metode tersebut dapat mempercepat proses pencarian kunci enkripsi sekitar 200 hingga 800 kali di bandingkan pendekatan sebelumnya.

Namun, Anthropic menyebut hasil tersebut masih berada dalam tahap penelitian teoritis. Serangan tersebut hanya di terapkan pada versi AES yang telah di sederhanakan untuk kebutuhan eksperimen, bukan pada implementasi AES yang di gunakan secara nyata.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa perkembangan AI tidak hanya membawa peluang dalam berbagai sektor. Tetapi juga dapat menjadi alat penting dalam menjaga keamanan teknologi. Kemampuan AI dalam menemukan celah baru dapat membantu pengembang memperbaiki sistem sebelum ancaman keamanan muncul di dunia nyata.

Dengan semakin dekatnya era komputer kuantum, pengembangan algoritma kriptografi yang kuat menjadi semakin penting. Temuan Mythos terhadap Hawk menjadi pengingat bahwa proses pengujian keamanan harus terus dilakukan agar teknologi enkripsi masa depan benar-benar mampu menghadapi ancaman baru.