Angel Di Maria – Legenda sepak bola Argentina dan pemenang Piala Dunia 1978, Ubaldo Fillol. Menyampaikan pandangannya terkait kemungkinan kembalinya Angel Di Maria ke tim nasional Argentina untuk Piala Dunia 2026. Seruan tersebut muncul seiring dengan performa impresif Di Maria setelah kembali membela klub masa kecilnya, Rosario Central, yang kembali mengangkat namanya di level domestik.

Kembalinya Di Maria ke kompetisi sepak bola Argentina di nilai memberikan dampak signifikan, tidak hanya bagi klub, tetapi juga bagi kualitas permainan liga secara keseluruhan. Pada musim Liga Argentina 2025, pemain kelahiran 14 Februari 1988 tersebut menjadi salah satu figur sentral yang berkontribusi besar terhadap keberhasilan Rosario Central meraih gelar juara. Konsistensi, pengalaman, serta kepemimpinannya di lapangan kembali menjadi sorotan.

Performa Impresif di Liga Argentina Jadi Alasan Utama

Fillol menilai bahwa performa Di Maria saat ini menunjukkan bahwa sang pemain masih berada pada level kompetitif yang tinggi. Dalam beberapa kesempatan, Fillol mengungkapkan bahwa ia mendengar adanya komunikasi internal di lingkungan tim nasional Argentina. Terkait upaya membujuk Di Maria agar kembali mengenakan seragam Albiceleste.

Menurut Fillol, kualitas yang di tampilkan Di Maria di kompetisi domestik bukanlah sesuatu yang bisa di abaikan. Ia menyebut bahwa sepak bola Argentina memiliki tingkat persaingan yang ketat, dengan intensitas tinggi dan ruang bermain yang sempit. Dalam kondisi tersebut, Di Maria tetap mampu menunjukkan kecepatan, kreativitas, serta ketajaman dalam mencetak gol.

Keyakinan Fillol terhadap Peluang di Piala Dunia 2026

Fillol mengakui bahwa keyakinannya terhadap keikutsertaan Di Maria di Piala Dunia 2026 lebih di dasarkan pada firasat dan pengamatannya terhadap situasi saat ini. Ia menilai bahwa dengan kondisi fisik dan mental yang masih terjaga, Di Maria memiliki peluang besar untuk kembali memperkuat Argentina di turnamen akbar yang akan di gelar di Amerika Utara tersebut.

Meskipun belum ada pernyataan resmi dari federasi maupun sang pemain, Fillol percaya bahwa staf pelatih dan rekan-rekan setim Di Maria di tim nasional akan berusaha meyakinkannya. Pengalaman Di Maria di turnamen besar di nilai sebagai aset berharga, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pemain senior dan generasi muda yang tengah berkembang.

Angel Di Maria

Penyerang sayap Timnas Argentina, Angel Di Maria, mengonfirmasi bahwa partai final Copa America 2024 akan menjadi laga terakhirnya bagi Albiceleste.

Keputusan Pensiun dan Siklus Bersama Tim Nasional

Sebelumnya, Di Maria telah mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari tim nasional Argentina setelah keberhasilan menjuarai Copa America 2024. Keputusan tersebut di ambil berdasarkan penilaiannya bahwa siklusnya bersama tim nasional telah mencapai titik akhir.

Dalam pernyataannya, Di Maria menegaskan bahwa keputusannya bukan di landasi oleh keengganan. Melainkan kesadaran bahwa generasi baru Argentina membutuhkan ruang untuk berkembang. Ia juga mengungkapkan bahwa setelah Piala Dunia 2022 di Qatar, dirinya sebenarnya telah berniat mengakhiri karier internasional. Namun di yakinkan untuk kembali tampil di Copa America terakhir, yang akhirnya ditutup dengan gelar juara.

Perbandingan dengan Lionel Messi dan Dinamika Kompetisi

Dalam pandangannya, Fillol juga membandingkan situasi Di Maria dengan Lionel Messi, yang saat ini berkarier di Major League Soccer bersama Inter Miami. Menurut Fillol, perbedaan tingkat kompetisi antara liga Amerika Serikat dan sepak bola Argentina cukup signifikan.

Ia menekankan bahwa di Argentina, tidak ada ruang yang di berikan secara cuma-cuma. Setiap duel bersifat kompetitif dan menuntut ketajaman teknik serta ketahanan fisik. Dalam konteks tersebut, kemampuan Di Maria untuk tetap tampil menonjol menjadi indikator bahwa dirinya masih layak di pertimbangkan di level internasional.

Warisan Generasi Emas Argentina

Angel Di Maria merupakan bagian penting dari generasi emas Argentina yang berhasil meraih berbagai gelar bergengsi. Termasuk Copa America 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, serta Copa America 2024. Kontribusinya dalam momen-momen krusial menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah modern sepak bola Argentina.

Dengan latar belakang tersebut, wacana kembalinya Di Maria ke tim nasional untuk Piala Dunia 2026 menjadi topik yang menarik perhatian publik dan pengamat sepak bola. Terlepas dari keputusan akhir yang akan di ambil. Performa dan dedikasi Di Maria tetap menjadi referensi penting dalam pembahasan regenerasi dan kesinambungan prestasi tim nasional Argentina.