Presiden Prabowo Subianto menghadiri sekaligus memberikan sambutan dalam acara peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) milik Pertamina yang berlokasi di Balikpapan, Kalimantan Timur. Acara ini di laksanakan pada Senin, 12 Januari, dan menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam rangka penguatan sektor energi nasional. Kehadiran Presiden menandai komitmen negara terhadap pengembangan industri pengolahan minyak dan gas yang berkelanjutan serta berdaya saing tinggi.
Dalam sambutannya, Presiden membuka acara dengan menyampaikan salam dan sapaan kepada para tamu undangan yang hadir. Sapaan tersebut di tujukan kepada jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan PT Pertamina. Serta unsur pemerintah daerah Kalimantan Timur dan Kota Balikpapan. Suasana acara berlangsung hangat dan cair, mencerminkan hubungan kerja sama antara pemerintah pusat, BUMN, dan pemerintah daerah.
Interaksi Presiden dengan Pejabat Daerah
Salah satu momen yang menarik perhatian hadirin terjadi ketika Presiden secara tidak sengaja tertukar dalam menyebut jabatan dua pejabat daerah yang hadir. Presiden menyapa Rudy Mas’ud sebagai Wali Kota. Sementara Rahmad Mas’ud di sebut sebagai Gubernur Kalimantan Timur. Kesalahan tersebut langsung di sadari dan di klarifikasi secara terbuka oleh Presiden dalam suasana penuh canda.
Presiden kemudian menjelaskan kekeliruan tersebut dengan gaya komunikatif yang santai. Ia menyinggung bahwa kedua pejabat memiliki nama belakang yang sama dan berasal dari latar belakang politik yang serupa. Sehingga menimbulkan kekeliruan sesaat. Pernyataan tersebut di sambut tawa oleh para undangan. Sekaligus menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang akrab dan tidak kaku dalam forum resmi kenegaraan.

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara peresmian Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1).
Nuansa Politik dan Kebersamaan Koalisi
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menanyakan keberadaan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang di ketahui berasal dari Partai Gerindra. Presiden menegaskan pentingnya kebersamaan lintas partai dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Ia menyampaikan bahwa perbedaan latar belakang politik tidak menjadi penghalang selama tujuan utamanya adalah untuk kepentingan rakyat dan kemajuan daerah.
Presiden turut menyinggung hubungan antara Partai Gerindra dan Partai Golkar yang saat ini berada dalam satu barisan koalisi nasional, yakni Koalisi Indonesia Maju. Pernyataan tersebut memperlihatkan pesan simbolik mengenai stabilitas politik dan sinergi antarpartai pendukung pemerintah dalam menjalankan program strategis nasional, termasuk di sektor energi.
Peresmian RDMP sebagai Agenda Strategis Nasional
Peresmian proyek RDMP Balikpapan memiliki arti penting dalam konteks pembangunan industri energi Indonesia. Proyek ini di rancang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kilang minyak nasional. Sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa pembangunan kilang modern merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Acara tersebut juga di hadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Antara lain Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. Kehadiran para pejabat ini menegaskan bahwa proyek RDMP Balikpapan merupakan agenda lintas sektor yang mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Makna Simbolik dalam Agenda Kenegaraan
Selain aspek teknis pembangunan kilang, acara peresmian ini juga memiliki makna simbolik dalam memperlihatkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan partai politik pendukung. Interaksi Presiden dengan para pejabat daerah menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang inklusif serta menekankan pentingnya komunikasi terbuka dalam menjalankan roda pemerintahan.
Melalui agenda ini, pemerintah menyampaikan pesan bahwa pembangunan infrastruktur strategis tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi. Tetapi juga pada penguatan persatuan, stabilitas politik, dan kerja sama antar pemangku kepentingan. Dengan demikian, peresmian RDMP Balikpapan tidak sekadar menjadi seremoni, melainkan representasi dari arah kebijakan nasional dalam membangun kemandirian energi Indonesia secara berkelanjutan.