Taman Nasional Komodo yang berlokasi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menunjukkan perkembangan signifikan sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata Indonesia. Sepanjang tahun 2025, kawasan konservasi ini mencatat lonjakan jumlah kunjungan wisatawan yang cukup besar di bandingkan tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya minat wisatawan terhadap keunikan ekosistem serta daya tarik satwa endemik komodo yang hanya dapat di temukan di wilayah ini.
Berdasarkan data pengelola kawasan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo selama tahun 2025 mencapai lebih dari 432 ribu orang. Angka ini menunjukkan adanya pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun, seiring dengan upaya promosi pariwisata, perbaikan aksesibilitas, serta meningkatnya citra Labuan Bajo sebagai destinasi kelas dunia.
Perbandingan Kunjungan Wisatawan dari Tahun Sebelumnya
Jika di bandingkan dengan tahun 2024, terjadi peningkatan kunjungan yang cukup signifikan. Pada tahun 2024, jumlah wisatawan tercatat berada di kisaran 334 ribu orang, sehingga pada 2025 terjadi penambahan lebih dari 98 ribu kunjungan. Tren ini menunjukkan bahwa pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata pascapandemi berjalan dengan positif, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Pertumbuhan ini juga tidak terjadi secara tiba-tiba. Dalam empat tahun terakhir, grafik kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2022, jumlah pengunjung masih berada di bawah 150 ribu orang, kemudian melonjak tajam pada 2023 hingga menembus angka 300 ribu. Kenaikan berlanjut pada 2024 dan mencapai puncaknya pada 2025.

104.193 Turis Kunjungi Taman Nasional Komodo.
Dominasi Wisatawan Mancanegara
Salah satu karakteristik utama kunjungan ke Taman Nasional Komodo adalah dominasi wisatawan mancanegara. Sepanjang 2025, wisatawan asing masih menjadi penyumbang terbesar jumlah kunjungan, dengan angka mencapai lebih dari 340 ribu orang. Jumlah ini meningkat signifikan di bandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 226 ribu wisatawan.
Dominasi wisatawan mancanegara menunjukkan bahwa Taman Nasional Komodo memiliki daya tarik global yang kuat. Keunikan satwa komodo, keindahan lanskap pulau-pulau kecil, serta kekayaan bawah laut menjadi faktor utama yang mendorong wisatawan asing untuk datang. Selain itu, peningkatan konektivitas penerbangan internasional ke Labuan Bajo turut berperan dalam memperbesar arus kunjungan.
Dinamika Kunjungan Wisatawan Domestik
Berbeda dengan wisatawan mancanegara, jumlah wisatawan domestik pada tahun 2025 justru mengalami penurunan. Tercatat sekitar 92 ribu wisatawan nusantara mengunjungi Taman Nasional Komodo, lebih rendah di bandingkan tahun 2024 yang mencapai lebih dari 107 ribu orang. Penurunan ini dapat di pengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan preferensi destinasi, biaya perjalanan, maupun kebijakan pengelolaan kawasan konservasi.
Meskipun demikian, wisatawan domestik tetap memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan pariwisata nasional. Ke depan, di perlukan strategi khusus untuk meningkatkan minat wisatawan dalam negeri agar kunjungan lebih seimbang dan tidak hanya bergantung pada pasar internasional.
Pola Kunjungan Berdasarkan Bulan
Dari sisi temporal, kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo sepanjang 2025 menunjukkan fluktuasi yang cukup jelas. Periode puncak kunjungan terjadi pada pertengahan tahun, khususnya pada bulan Juli, dengan jumlah wisatawan lebih dari 63 ribu orang. Tingginya kunjungan pada periode ini berkaitan dengan musim liburan di berbagai negara serta kondisi cuaca yang relatif mendukung aktivitas wisata bahari.
Sebaliknya, jumlah kunjungan terendah tercatat pada bulan Januari, dengan jumlah sekitar 12 ribu wisatawan. Faktor cuaca dan awal tahun yang bukan musim liburan utama di duga menjadi penyebab rendahnya kunjungan pada periode tersebut. Meski demikian, secara keseluruhan, distribusi kunjungan sepanjang tahun menunjukkan tren yang stabil.
Implikasi terhadap Pengelolaan dan Keberlanjutan
Meningkatnya jumlah wisatawan ke Taman Nasional Komodo membawa peluang sekaligus tantangan. Di satu sisi, pertumbuhan ini memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah dan nasional. Namun di sisi lain, tingginya aktivitas wisata juga menuntut pengelolaan yang lebih ketat agar kelestarian lingkungan dan satwa komodo tetap terjaga.
Oleh karena itu, peningkatan kunjungan perlu diimbangi dengan kebijakan pariwisata berkelanjutan, pengaturan kuota pengunjung, serta edukasi kepada wisatawan. Dengan pengelolaan yang tepat, Taman Nasional Komodo dapat terus menjadi destinasi unggulan yang memberikan manfaat ekonomi tanpa mengorbankan aspek konservasi.