Kawasan Banten Lama yang berada di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten. Dalam beberapa tahun terakhir kerap di laporkan sebagai wilayah yang memiliki tingkat kerawanan banjir cukup tinggi. Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Serang secara resmi menyampaikan bahwa kondisi geografis. Infrastruktur drainase di daerah tersebut memerlukan perhatian serius. Curah hujan yang meningkat, di tambah dengan perubahan fungsi lahan di sekitar kawasan bersejarah itu, menjadi faktor utama yang menyebabkan banjir berulang setiap musim penghujan.

Penyebab Utama Penyempitan Kanal Air

Salah satu penyebab dominan yang di temukan adalah terjadinya penyempitan kanal air yang berfungsi sebagai jalur pembuangan dan pengendalian aliran hujan. Kanal yang sebelumnya memiliki lebar ideal antara 10 hingga 15 meter, saat ini mengalami degradasi fungsi yang sangat signifikan. Akibat aktivitas pemukiman yang tidak terkontrol, kanal tersebut menyempit drastis hingga hanya menyisakan ruang aliran sekitar 1 meter. Penyempitan ini membuat kapasitas tampung air menjadi sangat kecil sehingga tidak lagi mampu menyalurkan debit air secara optimal ketika hujan deras turun.

Rencana Revitalisasi dari Dinas PUPR

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan. Menjelaskan bahwa pihaknya telah merencanakan langkah strategis berupa revitalisasi kanal di kawasan Banten Lama. Program revitalisasi ini di pandang sebagai solusi jangka panjang untuk memulihkan kembali fungsi drainase yang selama ini terganggu. Menurutnya, banyaknya bangunan rumah warga yang berdiri terlalu dekat bahkan berada di atas kanal menjadi masalah struktural yang harus segera di tertibkan.

Kawasan Banten Lama

Wali Kota Serang Cek Penyebab Banjir Banten Lama, Temukan Pemyempitan Sungai jadi Drainase. – Portal Pemerintah Kota Serang.

 

Dampak Bangunan terhadap Aliran Drainase

Hasil penelusuran lapangan yang di lakukan oleh Dinas PUPR menunjukkan bahwa tidak sedikit rumah penduduk menghalangi jalur aliran kanal. Pada beberapa titik, aliran air bahkan terhenti di dinding bangunan warga sehingga menyebabkan genangan dan luapan ke permukaan tanah. Kondisi ini mengakibatkan air dari kanal selalu meluap dan menimbulkan banjir lokal yang berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk mengganggu akses menuju situs wisata religi dan cagar budaya Banten Lama.

Langkah Penanganan Sementara Pemerintah Provinsi

Sebagai langkah penanganan sementara, Pemerintah Provinsi Banten akan membangun sodetan atau jalur pengalihan air dari pelataran Banten Lama menuju kanal utama. Pembuatan sodetan ini di harapkan dapat mengurangi tekanan debit air saat hujan deras sebelum normalisasi kanal di lakukan secara menyeluruh. Meski demikian, Arlan menegaskan bahwa solusi sementara tidak cukup tanpa di iringi dengan pendataan dan normalisasi batas lahan kanal.

Pentingnya Kerja Sama Lintas Pemerintahan

Kerja sama lintas pemerintahan antara Pemprov Banten dan Pemkot Serang menjadi elemen penting dalam keberhasilan program tersebut. Pemerintah Kota Serang akan berperan dalam menginventarisasi seluruh bangunan yang berada di atas kanal. Inventarisasi ini bertujuan untuk mengetahui secara pasti tingkat pelanggaran pemanfaatan lahan serta menjadi dasar dalam proses sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen mengembalikan batas lahan kanal agar minimal lebar drainase dapat di perluas kembali, tidak hanya tersisa 1 meter seperti saat ini.

Pendekatan Persuasif dalam Penertiban Bangunan

Rencana penertiban bangunan akan di lakukan melalui pendekatan persuasif. Wali Kota Serang di jadwalkan melaksanakan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya pengembalian batas lahan dan penertiban kanal. Dalam hal ini, Pemkot Serang bertindak sebagai leading sector yang memiliki kewenangan utama dalam penataan bangunan. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Banten akan fokus pada pengembalian fungsi kanal melalui pengerukan, pelebaran, dan pemulihan sistem drainase.

Manfaat Revitalisasi bagi Lingkungan dan Pariwisata

Program revitalisasi kanal di kawasan Banten Lama tidak hanya penting untuk mengatasi banjir, tetapi juga untuk mendukung pelestarian kawasan cagar budaya. Infrastruktur yang baik akan meningkatkan kenyamanan wisatawan serta menjaga nilai sejarah yang terkandung di wilayah tersebut. Normalisasi kanal di harapkan dapat menjadi model pengelolaan drainase perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Optimisme Pemerintah terhadap Pengendalian Banjir

Dengan di laksanakannya revitalisasi kanal secara terencana, Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Serang optimistis bahwa kerawanan banjir di kawasan Banten Lama dapat di minimalkan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur, keselamatan lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat. Ke depan, pengawasan pemanfaatan lahan kanal perlu di perkuat agar fungsi drainase tetap terjaga dan banjir tidak lagi menjadi ancaman rutin bagi kawasan bersejarah kebanggaan Provinsi Banten tersebut.