Robot Centaur Run Robotics – menjadi salah satu inovasi robotika asal China yang menarik perhatian setelah tampil dalam World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai. Mesin tersebut menggabungkan sistem mobilitas empat kaki beroda dengan sepasang lengan mekanis untuk menjalankan pekerjaan di berbagai lingkungan industri.

Run Robotics memperkenalkan robot tersebut kepada publik dalam gelaran WAIC 2026 pada 20 Juli. Bentuk tubuhnya berbeda dari robot humanoid yang biasanya mengandalkan dua kaki untuk bergerak. Perusahaan justru merancang bagian bawah robot dengan empat struktur kaki yang masing-masing terhubung dengan roda.

Konfigurasi tersebut membuat tampilannya menyerupai Centaur, makhluk dalam mitologi Yunani yang memiliki tubuh bagian atas manusia dan bagian bawah seperti kuda. Run Robotics pun mengembangkan konsep serupa melalui perpaduan antara platform bergerak dan bagian atas yang memiliki kemampuan manipulasi.

Perusahaan menyebut produknya sebagai robot hybrid roda-kaki pertama di dunia. Selain itu, Run Robotics mengklaim sekitar 95 persen komponen yang digunakan dalam perangkat tersebut berasal dari produksi domestik China.

Empat Roda Membantu Robot Bergerak di Berbagai Medan

Salah satu keunggulan utama robot Centaur terletak pada sistem pergerakannya. Empat roda pada bagian bawah dirancang agar robot dapat menyesuaikan diri ketika menghadapi kondisi permukaan yang berbeda.

Sistem ini memungkinkan robot mempertahankan kestabilan sekaligus bergerak lebih cepat di bandingkan perangkat yang sepenuhnya mengandalkan mekanisme berjalan. Kemampuan tersebut penting terutama ketika robot harus beroperasi di area industri yang luas atau memiliki kondisi medan tidak seragam.

Run Robotics kemudian melengkapi bagian atas perangkat dengan dua lengan mekanis. Kedua lengan tersebut memungkinkan robot melakukan lebih banyak pekerjaan daripada sekadar berkeliling untuk mengumpulkan data inspeksi.

Robot dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan di sekitarnya. Misalnya, perangkat bisa memindahkan benda yang menghalangi jalur, menggunakan sejumlah peralatan, serta membantu pekerjaan tertentu ketika terjadi keadaan darurat.

Dirancang untuk Lingkungan Industri Berisiko Tinggi

Run Robotics membidik sektor industri sebagai salah satu area penggunaan utama robot Centaur. Perusahaan merancang perangkat ini agar mampu menjalankan pekerjaan di tempat yang berbahaya atau sulit di masuki manusia.

Beberapa skenario penggunaannya mencakup pemeriksaan fasilitas minyak dan gas, pertambangan, serta pabrik baja dengan temperatur tinggi. Robot juga dapat bekerja di kawasan dengan risiko paparan radiasi.

Kemampuan tersebut berpotensi mengurangi kebutuhan pekerja untuk memasuki area berbahaya secara langsung. Selain itu, Run Robotics membekali robot dengan rancangan yang memenuhi standar anti-ledakan untuk mendukung operasional di lingkungan industri tertentu.

CEO Run Robotics Zhou Bin menjelaskan bahwa pengembangan Centaur berasal dari penyempurnaan beberapa generasi robot yang sebelumnya telah di buat perusahaan. Menurutnya, perusahaan tidak hanya mengejar inovasi teknologi, tetapi juga berusaha menyesuaikan robot dengan kebutuhan khusus di sektor industri.

Pengembangan tersebut antara lain berfokus pada kemampuan robot beradaptasi terhadap kondisi lingkungan, menjalankan pekerjaan, serta mendukung penerapan dalam jumlah lebih besar.

Robot Centaur Run Robotics

Robot Centaur Run Robotics menggabungkan empat kaki beroda, lengan mekanis, dan AI untuk mendukung pekerjaan industri berisiko.

Robot Centaur Mampu Menopang Beban hingga 210 Kilogram

Selain mobilitas, Run Robotics memberikan kemampuan angkut yang cukup besar pada robot Centaur. Saat bergerak dan menjalankan tugas, robot di klaim mampu membawa muatan sekitar 100 hingga 120 kilogram.

Kapasitas tersebut meningkat ketika perangkat berada dalam posisi diam. Dalam kondisi ini, platform robot dapat menopang beban hingga 210 kilogram.

Run Robotics juga menerapkan konsep modular pada perangkatnya. Dengan pendekatan tersebut, pengguna dapat menambahkan perlengkapan berdasarkan kebutuhan pekerjaan.

Beberapa perangkat yang dapat di pasang mencakup dua lengan mekanis, tangan robot untuk melakukan genggaman secara presisi, serta sensor gaya multidimensi. Fleksibilitas konfigurasi ini memungkinkan satu platform robot menjalankan jenis pekerjaan yang berbeda.

AI, LiDAR, dan Kamera Membantu Navigasi

Kemampuan robot Centaur tidak hanya bergantung pada perangkat keras. Run Robotics juga mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu perangkat memahami kondisi lingkungan di sekitarnya.

Sistem persepsinya mengombinasikan LiDAR, kamera stereo, dan kamera kedalaman. Berbagai sensor tersebut mengumpulkan informasi yang kemudian di gunakan robot untuk mengenali serta menentukan lokasi objek.

Dalam lingkungan industri, robot dapat mengidentifikasi sejumlah benda, termasuk pipa dengan temperatur tinggi, katup, alat ukur, penghalang, dan manusia.

Setelah memahami lingkungan sekitar, sistem dapat menyusun jalur perjalanan secara otomatis. Robot juga mampu menghindari hambatan dan menyelesaikan pekerjaan tertentu tanpa harus terus-menerus menerima kendali langsung dari operator.

Produksi Massal Ditargetkan Mulai Akhir 2026

Run Robotics menargetkan lini produksi massal robot Centaur mulai beroperasi pada kuartal IV 2026. Perusahaan menyatakan sudah memperoleh sejumlah pesanan, meskipun belum mengungkap jumlah unit maupun pihak yang menjadi pelanggan.

Kehadiran Centaur sekaligus memperlihatkan perkembangan industri robotika di China. Data Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) menyebut negara tersebut telah mengembangkan lebih dari 400 model robot humanoid.

Jumlah itu di sebut mewakili lebih dari separuh model robot humanoid yang ada secara global. Sementara itu, produsen China juga memiliki posisi kuat pada kategori robot berkaki empat, dengan pangsa sekitar 70 persen dari penjualan global.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan robotika China tidak hanya berfokus pada robot berbentuk manusia. Konsep hybrid seperti Centaur membuka pendekatan lain dengan menggabungkan mobilitas berbasis roda, kemampuan manipulasi melalui lengan mekanis, sensor, dan kecerdasan buatan dalam satu platform untuk memenuhi kebutuhan industri.