Hidangan Ikan Khas Indonesia Terenak – Indonesia memiliki kekayaan kuliner berbahan dasar ikan yang tersebar dari Jawa hingga Kalimantan. Beragam teknik pengolahan dan penggunaan rempah membuat setiap daerah memiliki hidangan ikan dengan karakter rasa yang berbeda.
Platform panduan kuliner TasteAtlas memperbarui daftar Top 7 Indonesian Fish Dishes atau tujuh hidangan ikan khas Indonesia terenak pada Sabtu (15/8/2026). Daftar tersebut menempatkan sejumlah makanan populer, mulai dari batagor, ikan bakar, hingga gence ruan.
TasteAtlas menyusun peringkat berdasarkan penilaian pengguna. Platform tersebut juga menerapkan mekanisme untuk mengenali penilaian pengguna asli sekaligus menyaring rating yang dianggap berasal dari bot maupun penilaian dengan kecenderungan nasionalisme atau patriotisme lokal.
Meski demikian, daftar tersebut bukan standar mutlak untuk menentukan makanan terbaik di dunia. Pemeringkatan TasteAtlas lebih ditujukan untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan kekayaan makanan lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Lantas, makanan berbahan ikan apa saja yang masuk dalam daftar tersebut? Berikut tujuh hidangan ikan khas Indonesia terenak berdasarkan pembaruan TasteAtlas.
1. Batagor
Batagor menduduki peringkat pertama dengan memperoleh rating 4,4. Kuliner yang identik dengan Kota Bandung ini terkenal dengan tekstur bagian luar yang renyah serta isian ikan yang gurih.
Masyarakat biasanya menikmati batagor bersama saus kacang, kecap manis, sambal, dan perasan jeruk limau. Kombinasi tersebut menciptakan perpaduan rasa gurih, manis, pedas, dan sedikit segar.
Ikan tenggiri menjadi salah satu bahan yang umum digunakan untuk membuat batagor. Namun, beberapa variasi dapat memakai jenis ikan lain, seperti tuna dan makerel, bahkan udang.
Penjual juga kerap melengkapi batagor dengan tahu, kentang, atau kol. Kuliner yang mendapat pengaruh tradisi makanan China tersebut mulai populer di Bandung sekitar dekade 1980-an. Kini, masyarakat dapat menemukan batagor dengan mudah di berbagai kota, terutama sebagai jajanan kaki lima.
2. Ikan Bakar
Peringkat kedua ditempati ikan bakar dengan rating 4,2. Hidangan ini menggunakan ikan yang telah diberi bumbu sebelum dipanggang hingga matang.
Proses pembakaran menghasilkan aroma asap yang menjadi salah satu ciri khas ikan bakar. Jenis ikan yang digunakan pun cukup beragam, mulai dari kakap, kembung, gurami, hingga lele.
Setiap daerah dapat memiliki racikan bumbu berbeda. Namun, beberapa bahan yang umum di gunakan antara lain bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar, cabai, asam jawa, serta kecap manis.
Ikan bakar semakin lengkap ketika disantap bersama nasi putih hangat, sambal, dan lalapan. Mentimun, kemangi, serta kol menjadi beberapa jenis lalapan yang sering mendampingi hidangan ini. Selain itu, beberapa teknik memasak memanfaatkan daun pisang untuk memperkuat aroma ikan.
3. Ikan Goreng
TasteAtlas menempatkan ikan goreng di posisi ketiga dengan rating 3,7. Meski proses memasaknya relatif sederhana, penggunaan bumbu membuat sajian ini tetap kaya rasa.
Sebelum masuk ke minyak panas, ikan biasanya di bumbui menggunakan campuran rempah. Kunyit, bawang putih, bawang merah, dan asam jawa termasuk bahan yang sering di gunakan. Beberapa resep juga menambahkan kecap manis untuk memberikan karakter rasa berbeda.
Jenis ikan yang dapat di olah dengan teknik ini sangat beragam. Masyarakat bisa menggunakan ikan kecil seperti teri ataupun ikan berukuran lebih besar, termasuk kembung, kakap, dan tuna.
Ikan kemudian di goreng hingga matang dengan bagian luar berwarna keemasan. Sajian tersebut umumnya di nikmati bersama nasi, sambal, sayuran segar, tahu, maupun tempe.
4. Pepes Ikan
Berikutnya terdapat pepes ikan yang memperoleh rating 3,6. Hidangan ini erat kaitannya dengan tradisi kuliner Sunda dan terkenal karena penggunaan daun pisang dalam proses memasaknya.
Pembuat pepes terlebih dahulu membaluri ikan dengan racikan rempah. Bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, cabai, dan serai menjadi sejumlah bahan yang umum di gunakan.
Setelah itu, ikan beserta bumbunya di bungkus menggunakan daun pisang dan di kukus sampai matang. Proses tersebut membantu bumbu meresap sekaligus mempertahankan kelembutan daging ikan.
Berbagai jenis ikan dapat di gunakan, baik ikan laut maupun air tawar. Kembung, nila, ikan mas, serta kakap menjadi beberapa pilihannya. Setelah proses pengukusan selesai, pepes juga dapat di bakar sebentar untuk memperkuat aroma khas daun pisang.

Platform panduan kuliner TasteAtlas baru-baru ini memperbarui daftar Top 7 Indonesian Fish Dishes (Hidangan Ikan khas Indonesia Terenak) pada Sabtu (15/8/2026).
5. Pecel Lele
Pecel lele menempati urutan kelima dengan rating 3,5. Makanan ini sangat populer, khususnya di berbagai daerah di Pulau Jawa.
Lele biasanya di beri bumbu sederhana berupa bawang putih, kunyit, dan garam. Selanjutnya, ikan di goreng sampai matang dan bagian luarnya terasa renyah.
Salah satu elemen penting pecel lele adalah sambal. Racikannya dapat menggunakan cabai, tomat, bawang merah, bawang putih, terasi, jeruk limau, serta garam.
Perpaduan ikan lele gurih dan sambal pedas menjadi karakter utama makanan tersebut. Penjual biasanya menyajikan pecel lele bersama nasi putih serta lalapan. Popularitasnya juga membuat warung pecel lele mudah di jumpai di berbagai kota Indonesia.
6. Arsik
Dari Sumatera Utara, ada arsik yang masuk dalam daftar hidangan ikan khas Indonesia terenak. Kuliner masyarakat Batak tersebut umumnya menggunakan ikan mas sebagai bahan utama.
Ciri khas arsik terletak pada penggunaan bumbu kuning dengan rempah yang cukup beragam. Salah satunya adalah andaliman, rempah khas dalam tradisi kuliner Batak yang menghadirkan sensasi rasa unik dengan sentuhan citrus.
Selain andaliman, racikan arsik dapat menggunakan kunyit, jahe, bawang putih, bawang merah, kemiri, dan kecombrang. Kombinasi berbagai rempah tersebut memberikan aroma dan karakter rasa yang kuat.
Ikan mas biasanya di masak dalam keadaan utuh tanpa membuang bagian kepala maupun ekornya. Bagi masyarakat Batak, arsik bukan sekadar makanan sehari-hari karena hidangan ini juga kerap hadir dalam berbagai acara keluarga dan perayaan tradisional.
7. Gence Ruan
Posisi ketujuh di tempati gence ruan, kuliner yang berkaitan erat dengan tradisi masyarakat Kutai di Kalimantan Timur. Hidangan tersebut memadukan ikan dengan saus rempah yang memiliki cita rasa kuat.
Ikan air tawar menjadi bahan yang umum di gunakan. Beberapa jenis yang dapat di pilih antara lain gurami dan lele. Sebelum di goreng, ikan terlebih dahulu mendapat baluran bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, ketumbar, serta serai pada beberapa variasi resep.
Keistimewaan gence ruan terdapat pada saus yang di tuangkan di atas ikan setelah proses memasak selesai. Racikan saus dapat menggunakan cabai merah, serai, rempah, dan gula merah.
Kombinasi bahan tersebut menghasilkan rasa gurih, pedas, dan manis dengan karakter rempah yang kuat. Gence ruan biasanya disantap dalam kondisi hangat bersama nasi putih. Mentimun dan daun kemangi juga dapat di tambahkan sebagai pendamping untuk memberikan sensasi lebih segar.
Kekayaan Olahan Ikan dari Berbagai Daerah Indonesia
Masuknya tujuh hidangan tersebut dalam daftar TasteAtlas memperlihatkan beragamnya cara masyarakat Indonesia mengolah ikan. Ada teknik menggoreng seperti pada batagor dan pecel lele, membakar ikan secara langsung, hingga mengukusnya menggunakan daun pisang seperti pepes.
Penggunaan rempah lokal juga memberikan identitas tersendiri pada setiap makanan. Arsik, misalnya, memiliki karakter kuat berkat andaliman. Sementara itu, gence ruan menawarkan perpaduan ikan dan saus rempah khas tradisi kuliner Kalimantan Timur.
Namun, peringkat TasteAtlas sebaiknya tidak di gunakan sebagai tolok ukur mutlak untuk menentukan hidangan ikan Indonesia yang paling lezat. Selera setiap orang berbeda, sedangkan Indonesia masih memiliki banyak olahan ikan khas daerah lainnya yang tidak kalah menarik untuk di cicipi.
Daftar tersebut setidaknya dapat menjadi salah satu referensi untuk mengenal keragaman kuliner Nusantara sekaligus memperkenalkan berbagai hidangan berbahan ikan dari Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.