MTCC 2026 – Pebalap Indonesia, Avila Bahar, menutup perjalanan di Malaysia Touring Car Championship (MTCC) 2026 dengan pencapaian membanggakan. Berduet bersama Aaron Lim, Avila sukses memastikan gelar juara umum setelah melewati persaingan ketat sepanjang musim.
Kepastian tersebut diperoleh pada putaran keempat MTCC 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Minggu (23/8/2026). Avila dan Aaron tampil sebagai pasangan andalan Honda Malaysia Racing Team (HMRT) sepanjang kompetisi.
Pada seri penutup tersebut, keduanya kembali menunjukkan performa kompetitif. Bahkan, sejak sesi latihan resmi hingga perlombaan, Avila dan Aaron mampu menjaga kecepatan sekaligus memberikan tekanan kepada para pesaing.
Podium Ketiga Buka Perjuangan Avila Bahar di Sepang
Persaingan pada putaran keempat dimulai melalui Race 1 yang digelar Sabtu (22/8/2026). Avila bersama Aaron harus menghadapi lawan-lawan yang tampil agresif sejak balapan dimulai.
Selama 18 lap, pasangan HMRT tersebut berusaha mempertahankan posisi di kelompok terdepan. Perjuangan itu akhirnya membawa mereka menyelesaikan Race 1 dengan menempati podium ketiga.
Hasil tersebut memang belum menjadi pencapaian terbaik yang mereka inginkan. Meski demikian, tambahan poin dari posisi ketiga memiliki peran penting dalam menjaga peluang keduanya untuk mengunci puncak klasemen MTCC 2026.
Memasuki Race 2, Avila dan Aaron meningkatkan performa. Mereka mengandalkan Honda bernomor 27 dengan balutan livery putih dan merah untuk kembali bersaing di barisan depan.
Kecepatan pasangan ini sebenarnya sudah terlihat sejak rangkaian Round 4 di mulai. Performa konsisten mereka muncul dalam sesi latihan resmi, kualifikasi, hingga perlombaan pertama.
Avila Catatkan Waktu Tercepat pada Race 2
Avila kembali menunjukkan kecepatannya ketika menjalani balapan kedua. Pebalap Indonesia tersebut membukukan catatan waktu 2 menit 31,707 detik pada lap kedua.
Catatan itu menjadi waktu tercepat dalam Race 2 sekaligus memperlihatkan kemampuan Avila menguasai lintasan Sepang. Berbekal pole position, ia mampu melakukan start dengan baik dan langsung menjaga persaingan di kelompok depan.
Avila dan Aaron kemudian mempertahankan ritme mobil sepanjang 18 lap. Strategi yang di terapkan HMRT berjalan cukup efektif sehingga pasangan tersebut mampu mencapai garis finis terdepan.
Namun, perjalanan menuju kemenangan Race 2 tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sebuah insiden ketika keluar dari area pit membuat Avila terkena hukuman.
Avila di ketahui keluar dari pitstop sekitar satu detik lebih cepat dari ketentuan. Kondisi tersebut membuat pasangan HMRT mendapatkan penalti tambahan waktu selama 60 detik.
Akibat hukuman itu, posisi mereka turun ke urutan kedua dalam hasil akhir. Kendati gagal mempertahankan kemenangan balapan, perolehan poin yang di kumpulkan tetap cukup untuk memastikan Avila dan Aaron berada di puncak klasemen.

Avila Bahar juara umum MTCC 2026.
Konsistensi Antar Avila dan Aaron Berbuah Gelar Juara
Keberhasilan merebut gelar MTCC 2026 menjadi buah dari konsistensi Avila dan Aaron sepanjang kejuaraan. Hasil tiga besar pada putaran terakhir sudah mencukupi untuk mempertahankan posisi mereka sebagai pemimpin klasemen.
Avila mengakui putaran keempat menghadirkan banyak tantangan. Persaingan di lintasan berlangsung sengit, sementara strategi tim juga beberapa kali mendapat ujian.
Menurut Avila, salah satu hal paling memuaskan adalah kemampuan mereka mempertahankan kecepatan sepanjang rangkaian akhir MTCC. Mulai dari latihan resmi, kualifikasi, hingga perlombaan, pasangan HMRT tersebut berkali-kali berada di posisi terdepan.
Fastest lap yang di raih juga menjadi bukti bahwa mobil dan strategi tim mampu bekerja secara kompetitif. Walaupun penalti mengubah hasil Race 2, kondisi itu tidak menggagalkan target utama mereka untuk menjadi juara musim 2026.
Gelar tersebut terasa semakin spesial bagi Avila. Pasalnya, pencapaian ini menjadi gelar championship pertamanya setelah sekitar lima tahun memperkuat Honda Malaysia Racing Team.
Keberhasilan tersebut sekaligus memberikan hasil positif atas perjalanan panjang Avila bersama HMRT. Kerja sama dengan Aaron Lim juga menjadi faktor penting karena keduanya mampu mempertahankan performa ketika menghadapi berbagai situasi selama perlombaan.
Avila Bahar Bersiap Hadapi Sepang 1000 Km
Meski MTCC 2026 telah berakhir dengan gelar juara, agenda balap Avila pada tahun ini belum selesai. Ia bersama tim masih memiliki tantangan lain di Sirkuit Internasional Sepang.
Avila di jadwalkan mengikuti Sepang 1000 Km pada November 2026. Berbeda dengan format MTCC, kompetisi tersebut menuntut ketahanan pebalap, mobil, serta strategi tim karena berlangsung dalam durasi yang jauh lebih panjang.
Balapan Sepang 1000 Km di perkirakan berlangsung sekitar delapan hingga sembilan jam. Karena itu, pengalaman selama mengikuti MTCC menjadi bekal penting untuk menghadapi perlombaan tersebut.
Selain pengalaman di lintasan, data yang di kumpulkan sepanjang musim juga dapat membantu tim mempersiapkan kendaraan. Informasi mengenai karakter mobil, kondisi lintasan, konsumsi bahan bakar, hingga strategi pitstop dapat menjadi bagian penting dalam persiapan menuju balapan ketahanan.
Avila berharap pengalaman dan data dari MTCC 2026 bisa memberikan modal yang memadai ketika tampil pada Sepang 1000 Km. Setelah mengamankan gelar juara bersama Aaron Lim, fokus berikutnya kini tertuju pada upaya mempertahankan performa kompetitif dalam salah satu balapan panjang di Sepang tersebut.
Keberhasilan menjadi juara MTCC 2026 sekaligus menandai pencapaian penting dalam perjalanan Avila bersama HMRT. Gelar tersebut diperoleh melalui konsistensi, kecepatan, dan kemampuan mengatasi berbagai tantangan yang muncul sepanjang kompetisi.